Bangun Soliditas Umat Hindu

Mutiara Weda
Yogyakarta, 21 Juli 2027

Umat Sedharma,

Dalam Pustaka Suci Weda diungkapkan: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, berpikirlah bersama-sama, dan rumuskanlah sesuatu untuk mencapai tujuan bersama.” Ajaran suci ini mengajarkan umat Sedharma untuk senantiasa bersinergi, bersatu, dan berpikir secara strategis demi mewujudkan tujuan bersama.

Demikian pula dalam mantra Sahrdayam samanasyam avidvesam kṛṇomi vaḥ… dijelaskan bahwa Ida Sang Hyang Widhi Wasa menganugerahkan ketulusan hati, kesamaan jiwa, serta rasa persahabatan yang bebas dari kebencian. Sebagaimana seekor induk sapi menyayangi anaknya dengan penuh kasih, demikian pula hendaknya kita membangun persahabatan yang dilandasi persatuan dan kasih sayang.

Rasa persatuan akan tumbuh apabila terwujud keserasian, sinergi, dan kebersamaan, terutama dalam kesatuan pikiran. Apabila pikiran telah bersatu, cinta kasih akan berkembang dan persatuan umat Hindu akan semakin kokoh.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu membangun kebersamaan dan persatuan, saling bersinergi, menyatukan pikiran, menyatukan tujuan, serta mewujudkan keserasian sebagaimana ajaran Sam vo manāṁsi sam vratā. Niscaya, melalui keserasian tersebut akan terbangun umat Hindu yang memiliki visi dan misi yang jelas, terarah, dan terukur, sehingga tercipta persatuan yang kuat, damai, serta berlandaskan Medharma Śānti.

(Reg Veda X.191.2).

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Bhoga-Svātantrya

    Mutiara WedaYogyakarta, 28 Mei 2026 Umat se-dharma, dalam sesanti Hindu disebutkan: “Ala ulah ala tinemu, ayu kinardi ayu pinanggih.” Benih padi yang ditanam akan menghasilkan padi, demikian pula benih jagung yang ditanam akan menghasilkan jagung. Demikianlah hakikat Hukum Karma Phala, bahwa setiap perbuatan akan melahirkan akibat yang sepadan dengan sebab yang ditimbulkannya. Manusia tidak memiliki…

  • Nityam (BG II.30)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)30 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Nityam (BG II.30) Nityam berarti kekal, abadi, dan selamanya. Dalam kehidupan, terdapat dua unsur, yaitu jiwa dan raga. Jiwa bersifat nityam (abadi), sedangkan raga bersifat anityam (tidak abadi). Jiwa yang bersifat kekal pada akhirnya akan kembali kepada Parama Ātman. Sebaliknya, raga atau śarīra (badan)…

  • Ilmu & Racun dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 25/11/2025 Umat sedharma, jika direnung-renungkan dalam sebuah paribasa (peribahasa), pengetahuan yang tidak digunakan itu sesungguhnya adalah racun dalam diri. Begitu pula halnya makanan akan menjadi racun tatkala pencernaannya kurang baik. Demikian juga dalam hal berdiskusi, Tarkavāda (perdebatan logis) dapat menjadi racun bagi orang yang miskin atau kurang ilmunya. Orang yang tahu, tetapi tidak…

  • Sevaka Dharma

    Mutiara Weda Yogyakarta, 14/05/2026 Umat se-dharma, dalam susastra tersurat bahwa manusia yang dilahirkan ke dunia namun ingkar terhadap pelaksanaan Dharma, bahkan bingung terhadap agamanya sendiri, terlebih hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi serta berhati tamak, disebut sebagai jadma kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya, hidup menjelma menjadi manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk memperbaiki dan…

  • Ahaṃkāra Jñāna

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/04/2027 Umat sedharma, sesungguhnya pikiran atau manaḥ merupakan penyebab penderitaan dan kesengsaraan apabila dibelenggu oleh hawa nafsu, yaitu ahaṃkāra jñāna (ego yang diliputi ketidaktahuan). Sebaliknya, apabila pikiran bersih dan suci, tidak diliputi kekacauan, serta bebas dari berbagai kecemaran, maka keadaan tersebut mencerminkan sāttvika vidyā (pengetahuan yang murni). Inilah hakikat kedamaian dalam ajaran Hindu….