Tutur Agama Menjaga Manusia

Mutiara Weda
Yogyakarta, 13/06/2026

Umat sedharma, menjaga dan merawat anugerah Tuhan merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat manusia. Kebenaran dan kebajikan dijaga melalui perilaku yang baik. Begitu pula sastra-sastra suci dijaga dengan keteguhan hati dan kesucian pikiran.

Demikian pula halnya dengan kelahiran sebagai manusia yang dapat dijaga melalui tuntunan agama, budi pekerti, dan etika yang baik.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu jangan pernah mengabaikan anugerah Tuhan. Jagalah dan rawatlah anugerah tersebut dengan melatih diri untuk selalu bersyukur atau angayubagya (mengungkapkan rasa syukur atas anugerah Tuhan). Niscaya kebahagiaan lahir maupun batin, sekala maupun niskala, Manaḥ Śāntiḥ (kedamaian batin) maupun Parama Śāntiḥ (kedamaian tertinggi), akan dapat diwujudkan.

(Kitab Swastika Rana)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Krta Niscayah (BG.II.37)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)17.7.2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Krta Niscayah (BG.II.37) Krta Niscayah adalah bulatkan tekad, teguhkan pikiran. Bangkit, berjuang, berkarya. Jangan ada keraguan. Bulatkan tekad mulia. Teguhkan pikiran luhur. Berkembang luhung penuh dedikasi. Bangkit, bangun, bangga, raih prestasi. Mari dimaknai filosofi Krta Niscayah, yakni bulatkan tekad dengan pikiran luhur. Bagikan ke:

  • Sevaka Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 09/04/2026 Umat sedharma, dalam susastra disebutkan bahwa manusia yang terlahir namun mengingkari pelaksanaan dharma, bingung terhadap ajaran agamanya, serta hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi dengan hati yang tamak, disebut sebagai jadma kesasar (manusia yang tersesat). Sesungguhnya, kelahiran sebagai manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk memperbaiki dan membenahi diri. Kehidupan manusia juga…

  • Filosofi Candramasi

    Disajikan uraian dengan topik Filosofi Candramasi, artinya yang ada dalam bulan. Mari dipahami dengan bijak ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā – XV-12 yang dikutip sebagai berikut: “यदादित्यगतं तेजो जगद्भासयतेऽखिलम् । यच्चन्द्रमसि यच्चाग्नौ तत्तेजो विद्धि मामकम् ॥ १५-१२॥ yad āditya-gataṁ tejo jagad bhāsayate ‘khilam, yac candramasi yac cāgnau tat tejo viddhi māmakam. Artinya: Cahaya,…

  • Membangun Kualitas Karma

    Mutiara WedaYogyakarta, 10/01/2026 Umat Sedharma, bila cinta kasih mengisi pikiran manusia, maka akan menjelma menjadi kebenaran Satya (kebenaran). Tatkala cinta kasih menyatakan dirinya dalam bentuk kegiatan, maka ia menjadi Dharma (kebajikan). Demikian pula, bila perasaan diliputi oleh cinta kasih, maka ia akan menjadi perwujudan kedamaian Santih (damai). Pada hakikatnya, melaksanakan cinta kasih itu adalah perbuatan Dharma (kebajikan), berpikir cinta kasih sesungguhnya adalah Satya (kebenaran), dan…

  • Kesucian Pangkal dari Kebenaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 14/08/2026 Umat Sedharma, Seva atau pengabdian merupakan bagian dari kerja atau Karma. Melalui pengabdian tersebut, akan terbangun kesucian dalam diri yang menjadi fondasi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian diri (Śauca) akan lahir kemuliaan. Dari kemuliaan akan tumbuh kehormatan, dan dari kehormatan pula akan diperoleh kebenaran atau Satya. Oleh karena itu, marilah…

  • Harmoniskan Unsur Triguṇatattva dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 15/04/2026 Umat sedharma, para bijak mengatakan bahwa di zaman kaliyuga ini, musuh utama bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri, akibat ketidakmampuan mensinergikan unsur triguṇa, yaitu sattva, rajas, dan tamas dalam diri. Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (kṣamā) merupakan sifat bijak dan mulia yang harus tertanam dalam diri setiap umat Hindu guna meningkatkan kualitas rohani…