Karma & Hukum Yajña

Mutiara Weda
Yogyakarta, 7 Juni 2026

Umat se-dharma, hakikat hidup menjelma menjadi manusia sesungguhnya adalah untuk bekerja. Bekerja merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap umat Hindu, karena tidak sekejap pun manusia dapat diam tanpa bekerja.

Melaksanakan tugas, kewajiban, dan tanggung jawab sendiri (svadharma), walaupun tidak sempurna, lebih mulia daripada melaksanakan tugas orang lain. Menjalankan tugas dan kewajiban diri sendiri sesuai dengan ajaran agama disebut svadharma, sedangkan melaksanakan tugas dan kewajiban orang lain disebut para dharma.

Maka dari itu, marilah sebagai umat Hindu untuk senantiasa menyadari tugas dan kewajiban masing-masing (svadharma) serta mengembangkan tatanan kehidupan umat Hindu yang baik dan benar. Berkeyakinanlah bahwa kerja tanpa pamrih (lascarya) merupakan aspek yang lebih tinggi dari hukum Yajña. Niscaya, dengan demikian, akan dapat dipahami hakikat mekarma yang sesungguhnya, yaitu menjalankan svadharma dengan landasan ketulusan.

(BG. III.5, 8 & Weda Saṁhitā)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU.
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) DIY

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Kesadaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 17/10/2025 Umat sedharma,dalam śāstra diungkapkan: Agne tapas tapyāmahe,upa tapyāmahe tapaḥ. Kesadaran serta kemampuan untuk mengendalikan dan mengekang seluruh indriya akan dapat menghadirkan pengetahuan rohani. Membangun sifat-sifat kedewataan dengan menghapus niat buruk atau niat jahat menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, membangun kekuatan kedewataan dengan menyelaraskan dan menyerasikan antara kepala dan…

  • KETULUSAN sebagai Landasan dalam Berbuat

    Mutiara Weda Yogyakarta, 30/10/2025 Umat sedharma, dalam susastra tersirat ajaran:“Kiñcid yadyapi tad dānaṁ śraddhayā sahitaṁ kṛtam…”(Dalam melakukan perbuatan / mekarma (melakukan karma), kesucian pikiran dan ketulusan hati menjadi faktor penting untuk menentukan kualitas karma.) Manakala dalam berbuat dilakukan dengan kesucian pikiran serta ketulusan hati, hal itu akan membawa kebaikan yang tidak terkira, sebagaimana sebuah biji…

  • Melatih Diri akan Ketanpaterikatan

    Mutiara WedaYogyakarta, 18/07/2026 Umat Se-Dharma, Umat Hindu dalam mencapai tujuan hidupnya, yaitu bersatunya Sang Hyang Atman dengan Paramatma, Manunggaling Kawula lan Gusti, baik jiwan mukti maupun purna mukti, menempuh tiga jalan yang disebut Tri Sadhana atau Tri Karana. Tri Sadhana atau Tri Karana sebagai tiga jalan yang wajib dijalankan dalam mencapai tujuan akhir tersebut, antara…

  • Vibhūti Mārga

    Mutiara WedaYogyakarta, 8 Juni 2026 Umat se-dharma, Panca Śraddhā dan pokok-pokok ajaran merupakan inti dasar dalam beragama Hindu. Orang yang ragu-ragu, bingung dalam menjalankan ajaran agamanya, bahkan kurang yakin terhadap śraddhā-nya, disebut Nāstika atau jadma kesasar (manusia yang tersesat). Orang Nāstika merupakan orang yang tidak menjalankan svadharma-nya dengan baik atau disebut Niṣkriya. Oleh karena itu,…

  • Kebahagiaan Sāttvika

    Mutiara WedaYogyakarta, 23/04/2026 Umat sedharma, tujuan hidup menjelma menjadi manusia sesungguhnya adalah untuk mencapai kebahagiaan, baik kebahagiaan sekala (lahir) maupun niskala (batin), dengan menempatkan kesucian pikiran sebagai landasan utama. Kebahagiaan, jika ditinjau dari sifatnya, dapat diklasifikasikan menjadi tiga bentuk. Kebahagiaan yang timbul dari hubungan antara indria dengan objek duniawi disebut kebahagiaan rājasa. Kebahagiaan yang berujung…

  • Tampakkan Perilaku yang Sāttvika

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/06/2025 Umat Sedharma,Tiga gerak pikiran umat manusia sebagai pengendali utama dari hawa nafsu di antaranya adalah: tidak iri hati/tidak dengki, tidak menyakiti makhluk lain, serta percaya dan yakin akan kebenaran ajaran Hukum Karma Phala. Membangun perilaku yang sāttvika dalam perbuatan, perkataan, maupun dalam berpikir menjadi suatu kewajiban dan menjadi tujuan utama terlahir atau…