Nityam (BG II.30)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
30 Juli 2026

OLEH I KETUT SUBAGIASTA

Nityam (BG II.30)

Nityam berarti kekal, abadi, dan selamanya. Dalam kehidupan, terdapat dua unsur, yaitu jiwa dan raga. Jiwa bersifat nityam (abadi), sedangkan raga bersifat anityam (tidak abadi).

Jiwa yang bersifat kekal pada akhirnya akan kembali kepada Parama Ātman. Sebaliknya, raga atau śarīra (badan) yang bersifat tidak kekal akan kembali ke unsur Pañca Mahābhūta pada saat kematian (mṛtyu).

Selama menjalani kehidupan, raga hendaknya dirawat dengan baik, penuh kebajikan, dan kemuliaan. Dengan merawat śarīra secara bijaksana, jiwa dapat menjalankan perjalanannya di dunia dengan sebaik-baiknya hingga saatnya kembali kepada Parama Ātman.

Svaha.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sat Asat (BG XIII.21)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)24 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Sat Asat (BG XIII.21) Sat Asat adalah ada dan tiada, baik dan buruk. Manusia memiliki sifat (guṇa) sat asat, yaitu karakter baik dan buruk. Kedua sifat tersebut telah ada sejak dalam kandungan (yoni). Setelah lahir (janmansu), karakter baik dan buruk itu dipengaruhi (kāraṇam) oleh…

  • Filosofi Dīptam

    Disajikan topik Dīptam, artinya sinar cahaya yang cemerlang. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā XI-24 yang dikutip sebagai berikut: “नभःस्पृशं दीप्तमनेकवर्णं व्यात्ताननं दीप्तविशालनेत्रम् ।दृष्ट्वा हि त्वां प्रव्यथितान्तरात्मा धृतिं न विन्दामि शमं च विष्णो ॥ ११-२४॥nabhaḥ-spṛśaṁ dīptam aneka-varṇaṁ vyāttānanaṁ dīpta-viśāla-netram,dṛṣṭvā hi tvāṁ pravyathitāntar-ātmā dhṛtiṁ na vindāmi śamaṁ ca viṣṇo. Artinya:“Wahai Viṣṇu, setelah melihat…

  • Kebahagiaan Sāttvika

    Mutiara WedaYogyakarta, 23/04/2026 Umat sedharma, tujuan hidup menjelma menjadi manusia sesungguhnya adalah untuk mencapai kebahagiaan, baik kebahagiaan sekala (lahir) maupun niskala (batin), dengan menempatkan kesucian pikiran sebagai landasan utama. Kebahagiaan, jika ditinjau dari sifatnya, dapat diklasifikasikan menjadi tiga bentuk. Kebahagiaan yang timbul dari hubungan antara indria dengan objek duniawi disebut kebahagiaan rājasa. Kebahagiaan yang berujung…

  • Jadikan Prema sebagai Benteng

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/10/2026 Umat se-Dharma, jika direnungkan dalam mengarungi kehidupan di maya pada ini, kita tidak dapat lepas dari Rwa Bhineda. Demikian pula, sifat-sifat negatif selalu menghantui jiwa umat manusia yang perlu dikendalikan, seperti sifat dengki, iri hati, atau Matsarya, yaitu sifat yang senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang. Jadikanlah…

  • Filosofi Àmbhasā

    Palangka Raya, 8.6.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan topik Àmbhasā, artinya oleh air. Mari dimaknai ajaran luhur tentang Àmbhasā secara ekoteologi dalam pustaka suci Bhagavad Gītā V-10 yang dikutip sebagai berikut: “ब्रह्मण्याधाय कर्माणि सङ्गं त्यक्त्वा करोति यः ।लिप्यते न स पापेन पद्मपत्रमिवाम्भसा ॥ ५-१०॥brahmaṇy ādhāya karmāṇi saṅgaṁ tyaktvā karoti yaḥlipyate na sa pāpena padma-patram ivāmbhasā…

  • Bersahabat dengan Kerendahan Hati

    Mutiara WedaYogyakarta, 18/02/2026 Umat Se-dharma, jika direnungkan betapapun indahnya sebuah taman, pasti masih ada sampah yang tersisa di dalamnya. Demikian pula halnya dengan hati nurani, sebersih dan seindah apa pun, masih akan ada benih-benih kekotoran yang tertinggal di dalamnya. Keterbatasan, kekurangan, kelemahan, serta ketidaksempurnaan menjadi salah satu karakter yang melekat pada diri setiap umat manusia….