Patra (SS. 271)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
Jumat, 14 Agustus 2026
Oleh I Ketut Subagiasta

Patra (SS. 271)

Patra adalah orang yang layak diberikan sedekah. Dana merupakan pemberian berupa benda, uang, makanan, pakaian, dan sejenisnya sebagai bentuk kepedulian serta berbagi kepemilikan. Dana diberikan untuk dinikmati dan didayagunakan bagi kehidupan yang lebih baik.

Dānakena atau dānapuṇya dapat diberikan kepada orang yang sedang sakit (asvasthya), kepada daridra atau mereka yang kurang mampu, untuk menunjang keberhasilan pendidikan (śikṣaṇam), serta kepada mereka yang mengalami kehidupan penuh kesengsaraan (saṁsāraṇam).

Patra mengajarkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan dan waktu yang baik untuk memberi maupun menerima. Ada saatnya kita meminta dan ada saatnya kita memberi. Dengan demikian, terjalin sikap saling menghargai satu sama lain yang dilandasi ketulusan.

Rahayu. Svaha.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sadar akan Rahasia Perbuatan

    Mutiara Weda07/11/2025 Umat sedharma, jika direnungkan sesungguhnya rahasia dari perbuatan sangatlah sulit untuk dimengerti. Apa itu perbuatan dan mana tindakan yang bukan tergolong perbuatan. Orang yang mampu melihat apa itu perbuatan di dalam tidak melakukan perbuatan, dan dapat melihat tidak melakukan perbuatan di dalam perbuatan, sesungguhnya orang seperti ini tergolong orang yang bijak dan mulia….

  • Kesadaran Pikiran

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/08/2026 Umat Sedharma, jika direnungkan, sesungguhnya terjadinya Karma diawali dari proses berpikir. Pikiran menjadi penentu ketika seseorang akan bertutur kata dan bertindak, sehingga dapat menghasilkan Karma yang baik atau Subha Karma. Mengarahkan dan memperbaiki pola pikir menjadi suatu keharusan agar pikiran dapat terkendali serta berkonsentrasi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sehingga akan…

  • Kavaca dan Pañjara dalam Mantra

    Mutiara WedaYogyakarta, 18/04/2026 Umat sedharma, dalam upaya mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, umat Hindu tidak terlepas dari penggunaan doa atau mantra Weda yang berfungsi sebagai kavaca dan pañjara. Pengucapan mantra dengan fungsi kavaca mengandung makna sebagai “pakaian” atau “pelindung diri”, sedangkan pañjara bermakna “benteng”. Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai perlindungan…

  • Vedavidah (BG VIII.11)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)9 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Vedavidah (BG VIII.11) Vedavidah adalah ahli Weda. Umat Hindu hendaknya menjadi Vedavidah vadanti, yaitu umat yang memahami dan mampu mengucapkan mantra-mantra suci Weda dengan baik. Minimal mampu melaksanakan Tri Sandhya, melakukan puja dan puji suci, serta berdoa sesuai dengan ajaran Weda. Sebagai umat sedharma yang…

  • Karakter Umat Manusia

    Mutiara WedaYogyakarta, 16/08/2026 Umat Sedharma, jika direnungkan, betapapun bersih dan indahnya sebuah taman, pasti masih ada sampah-sampah yang tersisa di dalamnya. Demikian pula halnya dengan hati nurani umat manusia. Sebersih dan seindah apa pun hati manusia, masih akan ada benih-benih kekotoran yang tertinggal di dalamnya. Keterbatasan, kekurangan, dan ketidaksempurnaan merupakan salah satu karakter yang melekat…