Kesucian Pangkal dari Kebenaran

Mutiara Weda
Yogyakarta, 14/08/2026

Umat Sedharma, Seva atau pengabdian merupakan bagian dari kerja atau Karma. Melalui pengabdian tersebut, akan terbangun kesucian dalam diri yang menjadi fondasi kehidupan bagi setiap umat Hindu.

Dari kesucian diri (Śauca) akan lahir kemuliaan. Dari kemuliaan akan tumbuh kehormatan, dan dari kehormatan pula akan diperoleh kebenaran atau Satya.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu membangun kesucian dalam diri, baik lahir maupun batin, dengan dilandasi semangat pengabdian (Seva), berpegang teguh pada ajaran Dharma, serta mengedepankan Tresna Asih sesuai dengan ajaran Tri Parartha, yaitu Asih, Punya, dan Bhakti. Niscaya, akan terbangun umat Hindu yang Satyam, Śivam, dan Sundaram menuju kehidupan yang bahagia.

(Yajur Weda XIX.30)

Mangku Gede Made Werdha N
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Mukta

    Diuraikan topik Mukta yang artinya bebas atau kebebasan, sebagaimana tersurat dalam pustaka suci Bhagavad Gītā V-28, dikutip sebagai berikut: “यतेन्द्रियमनोबुद्धिर्मुनिर्मोक्षपरायणः ।विगतेच्छाभयक्रोधो यः सदा मुक्त एव सः ॥ ५-२८॥yatendriya-mano-buddhir munir mokṣa-parāyaṇaḥvigatecchā-bhaya-krodho yaḥ sadā mukta eva saḥ” Artinya:Menguasai pañca indria, pikiran, dan kecerdasan, seorang Muni yang berhasrat mencapai kelepasan, membuang jauh nafsu, takut, dan murka, mereka akan…

  • Konsep Hidup Memahayu Hayuning Bhawana

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/02/2026 Umat se-dharma, orang-orang bijak mengatakan bahwa di zaman Kali-yuga ini musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri akibat dari ketidakmampuan menyinergiskan unsur Tri-guṇa, yaitu sattva dan tamas dalam diri. Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (kṣamā) merupakan sifat bijak dan mulia yang harus tertanam serta terjaga pada diri setiap umat Hindu…

  • Filosofi Akasam

    Disajikan topik filosofi Akasam yang artinya ether, udara, angkasa, ākāśa. Mari dimaknai ajaran teoekologi terkait udara pada pustaka suci Bhagavad Gītā IX-6 yang dikutip sebagai berikut: “यथाकाशस्थितो नित्यं वायुः सर्वत्रगो महान् Iतथा सर्वाणि भूतानि मत्स्थानीत्युपधारय ॥ ९-६॥yathākāśa-sthito nityaṁ vāyuḥ sarvatra-go mahān,tathā sarvāṇi bhūtāni mat-sthānīty upadhāraya. Artinya:“Laksana angin yang kuat selalu ada dan bertiup di mana-mana,…

  • Janādhipāḥ (BG II.12)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)4 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Janādhipāḥ (BG II.12) Janādhipāḥ berarti penguasa manusia. Sarvabhūteṣu, yakni seluruh makhluk hidup di jagat raya, berada di bawah kuasa Tuhan Yang Maha Esa. Semua ciptaan pada hakikatnya tetap ada, meskipun telah mengalami kematian (mṛtyu) atau peleburan (pralina). Yang mengalami kematian hanyalah śarīra (badan jasmani), sedangkan…

  • Filosofi Dewa Agni

    Disajikan sebuah topik Dewa Agni, artinya Dewa Api. Mari dimaknai isi ajaran luhur dari pustaka suci Bhagavad Gītā VIII.24 yang dikutip sebagai berikut: अग्निर्ज्योतिरहः शुक्लः षण्मासा उत्तरायणम् ।तत्र प्रयाता गच्छन्ति ब्रह्म ब्रह्मविदो जनाः ॥ ८-२४॥agnir jyotir ahaḥ śuklaḥ ṣaṇ-māsā uttarāyaṇam,tatra prayātā gacchanti brahma brahma-vido janāḥ. Artinya:Api, cahaya, siang hari, purnama dan enam bulan waktu matahari…