Konsep Hidup Memahayu Hayuning Bhawana
Mutiara Weda
Yogyakarta, 03/02/2026
Umat se-dharma, orang-orang bijak mengatakan bahwa di zaman Kali-yuga ini musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri akibat dari ketidakmampuan menyinergiskan unsur Tri-guṇa, yaitu sattva dan tamas dalam diri.
Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (kṣamā) merupakan sifat bijak dan mulia yang harus tertanam serta terjaga pada diri setiap umat Hindu guna meningkatkan kualitas rohani menuju tingkatan spiritualitas yang mengandung kekuatan dalam membangun kerukunan umat Hindu. Segala sifat keras hati yang penuh ego hanya dapat dikalahkan dengan sikap amulat sarira (mawas diri), anyekung jñāna (memusatkan pengetahuan), serta mengendalikan diri melalui suluh nikang prabhā (cahaya kesadaran).
Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu membangun kedamaian dan keharmonisan mulai dari dalam diri masing-masing. Tingkatkan kualitas rohani dengan pengekangan dan pengendalian diri melalui tapa, serta tampakkan kepribadian yang lebih sāttvika dengan melatih vāk (perkataan), manaḥ (pikiran), dan kāya (perbuatan) melalui jalan menyinergiskan unsur Tri-guṇa-tattva dalam diri. Niscaya kedamaian, keharmonisan, dan kerukunan dalam hidup akan dapat terwujud sebagai landasan dalam menjalankan konsep hidup Memahayu Hayuning Bhawana.
(BG. 37–40 & Serat Witaradya)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
