Selalu Berpikiran Positif

Mutiara Weda
Yogyakarta, 27/04/2026

Umat sedharma, tingkat getaran pikiran atau intuisi menentukan kualitas spiritual seseorang. Pikiran menjadi pemeran utama yang dapat membawa manusia ke dalam siklus kelahiran kembali (saṃsāra) maupun menuju kelepasan (mokṣa). Dalam ajaran suci dinyatakan: mana eva manuṣyāṇāṃ kāraṇaṃ bandha mokṣayoḥ (pikiran adalah penyebab keterikatan dan juga kebebasan). Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam memasukkan hal-hal ke dalam pikiran, serta biasakan berpikir positif sebagai wujud sāttvika vidyā (pengetahuan yang murni).

Apabila seseorang menggunakan “kacamata” pikiran yang positif—diibaratkan sebagai kacamata dewa—maka ia akan melihat kebaikan, keindahan, kedamaian, dan kebahagiaan (dharma). Sebaliknya, jika menggunakan “kacamata” pikiran negatif, yang dipengaruhi oleh sifat rākṣasa dan ṣaḍ ripu (enam musuh dalam diri), maka dunia akan tampak penuh penderitaan, kebencian, permusuhan, dan ketidakadilan (adharma).

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu meningkatkan kualitas rohani dengan senantiasa melakukan introspeksi diri, tekun melatih pikiran, serta membiasakan berpikir positif (sāttvika vidyā). Upayakan pula untuk selalu melihat sisi baik dalam diri orang lain.

Niscaya, dengan demikian, seseorang akan terhindar dari belenggu saṃsāra, dari lingkaran kebencian dan karma buruk, serta tidak terjerumus ke dalam kelahiran di alam bawah (bhūr loka).
(Upaniṣad & Sārasamuccaya 79–87)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sanātana Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/04/2026 Umat sedharma, dalam sesanti Hindu tersurat bahwa kesucian batin akan terwujud apabila seseorang mampu mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Kesucian diri tersebut akan membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan. Selanjutnya, dengan keyakinan spiritual, akan terwujud kebenaran sejati, yaitu sanātana dharma (kebenaran abadi). Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi, yaitu ṛta (tatanan kosmis)…

  • Bangun Keseimbangan di Dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/04/2026 Umat sedharma, pemusatan dan pengendalian pikiran dari pengaruh indria atau hawa nafsu (citta vṛtti nirodhaḥ) merupakan faktor penting dalam menjalankan kehidupan di dunia ini, yakni di alam saṃsāra. Orang yang mampu mengendalikan dirinya dari pengaruh indria dan hawa nafsu diibaratkan seperti kura-kura yang menarik seluruh anggota tubuhnya ke dalam cangkangnya. Orang yang…

  • Kesucian Pangkal dari Kebenaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 01/11/2025 Umat se-dharma, seva atau pengabdian merupakan bagian dari kerja (karma). Dari pengabdian itulah akan terbangun kesucian dalam diri yang menjadi pondasi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian diri (śauca) akan lahir kemuliaan; dari kemuliaan akan muncul kehormatan; dan dari kehormatan itulah diperoleh kebenaran (satya). Oleh karena itu, sebagai umat Hindu bangunlah…

  • Jaga & Rawat Anugerah-Nya

    Mutiara WedaYogyakarta, 02/04/2026 Umat se-dharma, memperkokoh keyakinan dalam beragama, śraddhā dan bhakti, dengan selalu merawat dan menjaga anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat Hindu. Kebenaran dan kebajikan dijaga dengan perilaku yang baik. Begitu pula sastra-sastra suci dijaga dengan keteguhan hati dan kesucian pikiran. Demikian juga halnya dalam kelahiran…

  • Satvika Yadnya

    Mutiara WedaYogyakarta, 16/05/2025 Umat Se-dharma, melaksanakan Panca Maha Yadnya merupakan kewajiban suci dari petunjuk Pustaka suci Weda Samhita sebagai penyangga Bumi, alam semesta beserta isinya, karena alam dan manusia diciptakan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui Yadnya. Ada lima unsur penting dalam Meyadnya: Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, mantapkan Śraddhā dan Bhakti dengan…

  • Kavaca dan Pañjara dalam Mantra

    Mutiara WedaYogyakarta, 18/04/2026 Umat sedharma, dalam upaya mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, umat Hindu tidak terlepas dari penggunaan doa atau mantra Weda yang berfungsi sebagai kavaca dan pañjara. Pengucapan mantra dengan fungsi kavaca mengandung makna sebagai “pakaian” atau “pelindung diri”, sedangkan pañjara bermakna “benteng”. Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai perlindungan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *