Dama – Danta

Mutiara Weda
23/05/2025

Umat Sedharma, orang bijak pernah mengatakan sesungguhnya orang yang namanya mandi itu bukan hanya tubuhnya yang dibasahi atau dibasuh, melainkan orang yang memiliki kesadaran akan dirinya Dama serta kesucian lahir-bathin, jasmani-rohani, sekala maupun niskala Danta.

Orang yang suci secara lahir maupun bathin Danta tidak akan pernah memiliki sifat-sifat bohong, angkuh, iri hati, dan sejenisnya serta tidak terlalu berbangga dan bergirang hati jika mendapatkan kesenangan maupun kebahagiaan. Demikian pula tidak akan bersedih hati tatkala mendapatkan cobaan, tertimpa kedukaan, serta sadar akan dirinya Danta.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu tumbuhkan selalu sifat Dama dalam diri dengan pengendalian Indria atau nafsu. Dengan pengendalian nafsu sesungguhnya adalah Sorga namanya, manakala tidak mampu mengendalikan atau mengekang nafsu itulah sesungguhnya Neraka. Niscaya umat Hindu akan dapat menampakkan perilaku Budhi Luhur dalam laku, perkataan, maupun dalam berpikir.

Made Worda Negara
BINROH HINDU TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Brahman

    Palangka Raya, 15.5.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah topik tentang Filosofi Brahman, yang berarti Sang Hyang Siva sebagai pencipta, pemelihara, dan pengembali segala sesuatu ke asal-Nya. Mari kita pahami ajaran luhur tentang ketuhanan Hindu dalam pustaka suci Śiva Purāṇa 1.6.20-22 yang dikutip sebagai berikut: “सृष्टिः स्थितिश्च संहारस्तिरो भावोप्यनुग्रहः ।यस्मात्प्रवर्तते तस्मै ब्रह्मणे च त्रिशूलिने ॥…

  • Śraddhā & Bhakti, Landasan dalam Beragama

    Mutiara Weda Yogyakarta, 15/05/2026 Umat se-dharma, kesucian batin akan dapat terwujud manakala seseorang memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula, kesucian diri akan mampu membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya melalui keyakinan spiritual dapat mewujudkan kebenaran sejati, yaitu Sanātana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi, yaitu Ṛta ataupun Hukum…

  • Sevaka Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 30 Juli 2026 Umat Sedharma, Dalam susastra diungkapkan bahwa apabila seseorang yang terlahir sebagai manusia mengingkari pelaksanaan Dharma, bahkan bingung terhadap agamanya, hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi, serta dipenuhi sifat tamak, maka orang semacam itu disebut Jadma Kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya, menjelma menjadi manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk memperbaiki…

  • Kuatkan Pikiran dengan Metapa

    Mutiara WedaYogyakarta, 30 Mei 2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci tersurat: “Surā, Sarasvatī, Lakṣmī ity etat madakāraṇam …” dan seterusnya. Ada tiga hal yang menyebabkan manusia lupa akan dirinya sendiri sehingga mengalami kemabukan, yaitu minuman keras, kepandaian, dan kekayaan. Kemabukan atau kegelapan pikiran yang dapat menjerumuskan manusia menjadikan pengendalian diri sebagai faktor yang sangat penting…

  • Filosofi Panca Suna Grhasthasya

    Palangka Raya, 13.7.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah ajaran luhur dengan topik utama Panca Suna Grhasthasya, artinya seorang kepala rumah tangga memiliki lima macam penyembelihan, sesuai ajaran luhung pada pustaka suciMĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA III-68, yang dikutip sebagai berikut: “पञ्च सूना गृहस्थस्य चुल्ली पेषण्यु पस्करःकण्डनी चोदकुम्भश्च बध्यते यास्तु वाहयन्”pañca sūnā gṛhasthasya cullī peṣaṇyu paskaraḥkaṇḍanī codakumbhaśca badhyate…

  • Śubhakarma (Bhagavadgītā XIII.7)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)2 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Śubhakarma (Bhagavadgītā XIII.7) Śubhakarma adalah melakukan perbuatan mulia. Ada sembilan yang disebut Nava Śubhakarma, sebagai berikut: Asubhakarma adalah menghindari perbuatan kejam. Ada lima yang disebut Pañca Hiṃsā Karma, sebagai berikut: Pañca Hiṃsā Karma atau Pañca Aśubhakarma adalah lima perbuatan kejam yang tidak boleh dilakukan…