Suluh Kehidupan

Mutiara Weda
Yogyakarta, 03/11/2025

Umat Sedharma, di dalam pustaka suci Weda tersurat bahwa tidak ada sahabat yang lebih tinggi daripada pengetahuan (jñāna), dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat (kāma durbhāva). Demikian juga, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib (daiva) karena nasib tidak tertahankan oleh siapa pun.

Melakukan perbuatan baik (śubha karma) dan mensinergikan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan (Tri Kaya Sandhi—selaras berpikir, berkata, berbuat), serta memahami hakikat ajaran Dharma, merupakan obor kehidupan bagi setiap umat manusia menuju kehidupan yang Satyam, Śivam, Sundaram (benar, suci, indah).

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu menjadikan ajaran Dharma sebagai cahaya dalam kehidupan—Suluh Ikang Prabhā (pelita penerang hidup). Niscaya hal ini akan mengendalikan seluruh indriya (panca indera) sehingga terbangunnya perilaku yang penuh kedamaian menuju Dharma Laksana.

(Slokāntara 29 & Sarasamuccaya hal. 41–42)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara Yogyakarta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Aśvatthaṁ

    Disajikan sebuah topik Aśvattha, yaitu pohon suci yang disebut sebagai tanaman abadi sejenis pohon beringin, yang akarnya ke atas dan dahannya ke bawah. Pemahaman ini berasal dari ajaran luhur dalam Bhagavad Gītā XV.1, yang dikutip sebagai berikut: श्रीभगवानुवाचऊर्ध्वमूलमधःशाखमश्वत्थं प्राहुरव्ययम् ।छन्दांसि यस्य पर्णानि यस्तं वेद स वेदवित् ॥ १५-१॥ śrī bhagavān uvāca:ūrdhva-mūlam adhaḥ-śākham aśvatthaṁ prāhur avyayam,chandāṁsi…

  • Bangkitkan Bhūṣaṇa dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 05/04/2026 Umat sedharma, jika kita renungkan, tatkala kesadaran diri melebur dengan kesadaran sejati, yakni Yang Maha Agung, maka yang tersisa hanyalah kebahagiaan tanpa batas. Membangun kecerdasan sangatlah penting bagi setiap umat manusia, dengan menempatkan kecerdasan intelektual sebagai dasar, yang diperhalus oleh kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual, menuju kesadaran sejati dengan bhūṣaṇa sebagai pengikatnya….

  • Filosofi Kavayah

    Palangka Raya, 31.10.2025 Disajikan sebuah topik filosofi Kavayah, artinya para pendeta atau orang suci. Mari dipahami ajaran luhur dalam Bhagavad Gītā XVIII.2 yang dikutip sebagai berikut: “श्रीभगवानुवाचकाम्यानां कर्मणां न्यासं संन्यासं कवयो विदुः ।सर्वकर्मफलत्यागं प्राहुस्त्यागं विचक्षणाः ॥ १८-२॥śrī bhagavān uvāca:kāmyānāṁ karmaṇāṁ nyāsaṁ saṁnyāsaṁ kavayo viduḥ,sarva-karma-phala-tyāgaṁ prāhus tyāgaṁ vicakṣaṇāḥ.” Artinya:Śrī Bhagavān bersabda:Para pandita menyatakan saṁnyāsa sebagai meninggalkan…

  • Jadikan Ketulusan dan Keuletan sebagai Roh Kehidupan

    Rahajeng Rahina Penampahan Kuningan Mutiara Weda Yogyakarta, 26 Juni 2026 Umat sedharma, perlu direnungkan bahwa selama ketidakjujuran menjadi dasar dalam melakukan perbuatan, maka dapat dipastikan bencana dan malapetaka akan menimpa, sehingga seseorang tidak mampu melepaskan diri dari belenggu ikatan duniawi. Sebaliknya, apabila ketulusan hati (Ārjava) dijadikan dasar dalam berpikir, bertutur kata, dan berbuat, maka seseorang…