Pritih (BG. I.36)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI
(MUTIARA KATA DHARMA)

14 Juli 2026

OLEH I KETUT SUBAGIASTA

Pritih (BG. I.36)

Pritih adalah kebahagiaan, kesenangan, dan kenikmatan. Setiap perbuatan ada yang mengakibatkan kebahagiaan dan ada pula yang mengakibatkan kesengsaraan atau papam. Keduanya akan dinikmati hasilnya oleh karta atau pelaku.

Kebahagiaan dan kesengsaraan (papam) selalu berdampingan sebagai buah dari perbuatan manusia. Oleh karena itu, marilah melaksanakan pritih demi terwujudnya kebahagiaan sakala dan niskala.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Susukham

    Palangka Raya, 28.10.2025 Disajikan sebuah topik Filosofi Susukham artinya baik dan menyenangkan. Sebuah ajaran luhur terkait masa Wanaprastha pada pustaka suci Bhagavad Gītā IX.2 yang dikutip sebagai berikut. “राजविद्या राजगुह्यं पवित्रमिदमुत्तमम् ।प्रत्यक्षावगमं धर्म्यं सुसुखं कर्तुमव्ययम् ॥ ९-२॥rāja-vidyā rāja-guhyaṁ pavitram idam uttamam,pratyakṣāvagamaṁ dharmyaṁ su-sukhaṁ kartum avyayam.Artinya:Inilah raja ilmu pengetahuan, rahasia terbesar, mulia dan tinggi, mudah dimengerti,…

  • Filosofi Amṛtasnātaka

    Disajikan sebuah topik tentang Amṛtasnātaka, artinya seorang yang tekun dalam brata dan taat menjalani brahmacārī. Mari dipahami ajaran suci dalam pustaka Sārasamuccaya, Sloka 255, yang dikutip sebagai berikut: “amāvāsyāṁ caturdaśyāṁ pūrṇamāsyāṣṭamīṣu ca,brahmacārī bhaven nityam amṛtasnātako dvijaḥ.” Nihan tācāranikang sang brāhmaṇa, yan ring amāwāsyā, caturdaśī, ring pūrṇamā, ring aṣṭamīkāla kunēng, brahmacārya juga sira, haywa parēking strī,…

  • Meyasa Kerti

    Mutiara Weda09/11/2025 Umat se-dharma, orang yang memiliki kualitas kerohanian samyagjñāna serta memahami berbagai pengetahuan suci—wruh ring sarva jñāna (mengerti seluruh pengetahuan suci)—tidak akan pernah menghiraukan niat-niat jahat maupun berbagai tipu muslihat dari orang yang berhati jahat. Jika direnungkan, sesungguhnya sumber kejahatan itu terletak pada hati nurani manusia—ri hati ya tonggwanya tan madoh ri awak (di…

  • Filosofi Indriya

    Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan bahwa filosofi indriya berarti indra. Marilah kita memahami ajaran luhur dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra II.96 sebagai berikut: “idānīm indriya-saṃyamopāya mahaḥ, na tathā etāni śakyante saṃniyamantum asevayā; viṣayeṣu prajuṣṭāni, tathā jñānena nityaśaḥ.” Terjemahan: “Indra yang sangat tertambat oleh benda-benda jasmani yang memberi kepuasan itu tidak akan dapat dikendalikan dengan baik…

  • Menjaga Kesucian Pikiran

    Mutiara WedaYogyakarta, 06/08/2026 Umat Sedharma, dalam susastra disebutkan: Dve karmāṇi naraḥ kurvann iha loke mahīyate; ada dua macam perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi bijak dan mulia, yaitu tidak sekali-kali mengucapkan perkataan yang kasar (tan ujar ahala) serta tidak sekali-kali berpikir untuk melakukan perbuatan jahat dan tercela. Perbuatan dan perkataan yang mengandung niat jahat tiada bedanya…