Satvika Vidya vs Ahangkara Jnana
Mutiara Weda
Yogyakarta, 14 Juli 2026
Umat Se-Dharma, jika direnungkan, manah atau pikiran sesungguhnya merupakan sumber penyebab penderitaan dan kesengsaraan apabila tidak terkendali, dicemari oleh liarnya hawa nafsu, serta berbagai macam kekotoran ahangkara jnana.
Sebaliknya, apabila pikiran bersih dan suci, tidak dihinggapi kekacauan, tidak dibelenggu oleh hawa nafsu, serta dipenuhi oleh Satvika Vidya, itulah hakikat kedamaian dalam agama Hindu, yaitu Medharma Santih, sebagai landasan menuju kebahagiaan sejati, yakni kebahagiaan yang suka tanpa wali duhka.
Proses kehidupan, baik dalam keadaan suka maupun duhka, pada hakikatnya berawal dari kebodohan. Kebodohan menimbulkan kelobaan, dan kelobaan semakin memperkuat kebodohan. Oleh karena itu, kebodohan merupakan pangkal mula kesengsaraan.
Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu membangun kualitas diri dengan menghilangkan kebodohan dan melenyapkan kelobaan atau kerakusan (ahangkara jnana) yang menjadi sumber kesengsaraan. Niscaya, dengan demikian akan terwujud umat Hindu yang tenang dan damai, serta terbebas dari penderitaan dan kesengsaraan, baik dalam proses kehidupan maupun menjelang kematian. Demikianlah jalan menuju kebahagiaan sejati.
(SS. 399–402, Prasiddhamentas ing Bhawarnawa)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
