Sāttvika Yajña

Mutiara Weda

Yogyakarta, 19/10/2025

Umat se-dharma, melaksanakan Pañca Mahā Yajña merupakan kewajiban suci berdasarkan petunjuk pustaka suci Veda Saṃhitā sebagai penyangga bumi, alam semesta beserta isinya. Alam dan manusia diciptakan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui yajña.

Ada lima unsur penting dalam meyajña, yaitu:

1. Mantra — doa-doa suci yang harus diucapkan oleh umat atau pinandita sesuai tingkatan dan kapasitas spiritualnya.
2. Yantra — simbol-simbol religius yang diyakini memiliki kekuatan spiritual untuk meningkatkan kesucian.
3. Tantra — kekuatan suci yang ada dalam diri, yang dibangkitkan melalui tata cara dan kaidah yang ditetapkan dalam kitab suci Veda.
4. Yajña — korban suci dan pengabdian tulus atas dasar kesadaran dalam persembahan sesuai kemampuan.
5. Yoga — pengendalian gelombang pikiran (citta vṛtti) agar terhubung dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, mantapkan śraddhā dan bhakti dengan keyakinan bahwa demi kepentingan hidup, kesempurnaan, dan kebahagiaan, umat Hindu hendaknya melaksanakan Pañca Mahā Yajña yang sāttvika, berlandaskan Tri Pramāṇa ( śāstrataḥ, gurutaḥ, dan svataḥ ), serta tetap memperhatikan Catur Dṛṣṭa (kuna dṛṣṭa, śāstra dṛṣṭa, loka dṛṣṭa, dan deśa dṛṣṭa). Niscaya tercapailah tujuan hidup umat manusia, yaitu kebahagiaan sekala dan niskala, jagad hitā serta mokṣārtham jagad hitāya ca — kebahagiaan duniawi dan kebebasan rohani. (Agastya Parwa & Bhagavadgītā III.10)

Made Worda Negara
Binroh Hindu TNI AU
Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Tampakkan Prilaku yang Sāttvika

    Mutiara Weda Yogyakarta, 05/11/2025 Umat se-dharma, tiga gerak pikiran umat manusia sebagai sang pengendali utama dari hawa nafsu di antaranya: tidak iri hati/tidak dengki, tidak menyakiti makhluk lain, serta percaya dan yakin akan kebenaran ajaran Hukum Karma Phala. Membangun prilaku yang sāttvika (murni dan jernih) dalam perbuatan, perkataan maupun dalam berpikir menjadi suatu kewajiban dan…

  • Ātmanastuti

    Mutiara WedaYogyakarta, 20 Juli 2025 Umat Se-Dharma, Memperkokoh keyakinan dalam beragama melalui Śraddhā dan Bhakti, serta selalu merawat dan menjaga anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat Hindu. Kebenaran dan kebajikan dijaga melalui perilaku yang baik. Demikian pula, śāstra-śāstra suci dijaga dengan keteguhan hati dan kesucian pikiran. Kelahiran sebagai…

  • Gunawan (SS 21)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)28 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Gunawan (SS 21) Gunawan berarti bajik, bijak, dan bijaksana. Keutamaan manusia terletak pada kemampuannya membangun peradaban yang bajik, bijak, dan penuh kebijaksanaan. Dalam kehidupan, setiap persoalan atau prati samasya hendaknya dimusyawarahkan secara bijaksana melalui tarka-vitarka gunawan untuk memperoleh solusi terbaik atau sarvottama samādhāna. Dengan…

  • Perkuat Nurani dengan Nilai Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 20 Juni 2026 Umat sedharma, dalam susastra tersurat: “Hendaknya seseorang mengatakan apa yang benar dan mengucapkan apa yang menyenangkan hati orang lain.” Perkuatlah hati nurani dengan memperkuat nilai-nilai kebenaran, yaitu Satyam. Demikian pula, jangan sekali-kali mengucapkan kebenaran semu yang menyakitkan, dan jangan pula mengucapkan kebohongan yang menyenangkan. Oleh karena itu, marilah sebagai umat…

  • Lepaskan Diri dari Balutan Nafsu

    Mutiara Weda Yogyakarta, 10/05/2026 Umat se-dharma, dalam pustaka suci diungkapkan bahwa tidak ada kekayaan yang menyamai keluhuran pengetahuan. Demikian pula, tidak ada musuh yang lebih jahat daripada kemarahan (krodha), tidak ada kesengsaraan yang menyamai kelobaan, dan tidak ada kebahagiaan yang melebihi kemampuan seseorang dalam melepaskan ikatan nafsu (tyāga). Melepaskan diri dari cengkeraman nafsu menjadi suatu…