Jangan Pelihara Rasa Dengki dalam Diri

Mutiara Weda

13/05/2025

Umat Sedharma, menjauhkan diri dari rasa dengki dan rasa iri hati (Matsarya) adalah kewajiban dasar dalam membangun tatanan kehidupan umat Hindu yang Satyam, Sivam, dan Sundaram. Kuatkan perbuatan, perasaan hati, dan cinta kasih kepada sesama (Prema Vahini). Jangan biarkan sifat iri hati dan dengki terlalu lama bercokol dalam diri.

Manakala batin selalu diselimuti oleh rasa iri hati dan dengki (Matsarya) terhadap sesama, terutama jika melihat kelebihan orang lain, orang seperti ini sesungguhnya adalah yang paling menderita dan sengsara di muka bumi. Penyakit ini sangat sulit untuk disembuhkan.

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi umat Hindu untuk menjauhkan diri dari sifat iri hati dan dengki (Matsarya) dengan melakukan penguatan pada pengendalian diri (Tapa) dan pengendalian indria (Yama dan Nyama Brata). Niscaya akan tercipta tatanan kehidupan yang Satyam, Sivam, dan Sundaram.
(Sārasamuccaya 89-91)

Made Worda Negara
BINROH HINDU TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara Daerah Istimewa Yogyakarta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Saraswati, Pañcami Bhavati

    Oleh I Ketut Subagiasta Palangka Raya, 8 Februari 2025 Hari Saniscara Umanis Watugunung adalah hari suci Saraswati, di mana terdapat lima hal yang dihormati. Ajaran luhur ini dapat dimaknai melalui pustaka suci Mānava Dharmaśāstra – Sloka II-136 yang dikutip berikut ini: “वित्तं बन्धुर्वयः कर्म विद्या भवति पञ्चमीएतानि मान्यस्थानानि गरीयो यद् यदुत्तरम्” “Vittaṁ bandhurvayaḥ karma vidyā…

  • Sevaka Dharma

    Mutiara Weda08/01/2026 Umat Sedharma, dalam susastra ada tersurat bahwa manakala terlahir menjelma menjadi manusia, ingkar akan pelaksanaan Dharma, bingung dengan agamanya, apalagi hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi serta berhati tamak, orang semacam ini disebut Jadma Kesasar (manusia tersesat) atau Manusia Sesat. Sesungguhnya, hidup menjelma menjadi manusia sangatlah utama, suatu kesempatan untuk memperbaiki atau membenahi diri. Demikian juga,…

  • Berkesadaran Berperilaku Bijak

    Mutiara WedaYogyakarta, 20 Juli 2026 Orang yang memiliki kualitas kerohanian pada tingkatan Samyagjñāna serta memahami berbagai pengetahuan suci (Vruh Ring Sarva Jñāna) tidak akan pernah menghiraukan niat-niat jahat maupun berbagai tipu muslihat dari orang yang berhati jahat. Apabila direnungkan, sesungguhnya sumber kejahatan itu terletak pada hati nurani manusia, sebagaimana diungkapkan dalam ajaran rihati ya tonggwanya…

  • Himsa Karma yang Diperbolehkan

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/12/2025 Umat sedharma, dalam susastra suci agama Hindu diajarkan bahwa ahiṁsā berarti tidak menyakiti dan tidak membunuh makhluk hidup secara sewenang-wenang. Tindakan menyakiti atau membunuh tanpa alasan yang benar tidak dibenarkan dalam ajaran Hindu. Namun demikian, melakukan hiṁsā karma—perbuatan membunuh dengan tujuan tertentu—diperbolehkan sebagai kewajiban suci apabila dilandasi niat kesucian dan dilaksanakan sesuai…

  • Pentingnya Menjaga Kesucian Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 9 Juli 2026 Umat Se-Dharma, kesucian batin akan dapat terwujud apabila kita memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula, kesucian diri akan mampu membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan. Selanjutnya, dengan keyakinan spiritual, kita akan dapat mewujudkan kebenaran sejati, yaitu Sanatana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi, yaitu Ṛta…

  • Jalankan Swadharma

    Mutiara Weda Yogyakarta, 7 Juli 2026 Umat Se-dharma, dalam susastra diungkapkan bahwa manakala hidup menjelma menjadi manusia, tetapi ingkar dalam pelaksanaan Dharma, bahkan bingung dengan agamanya, hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi serta berhati tamak, orang semacam ini disebut Jadma Kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya, hidup menjelma menjadi manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk…