Sadhunam (BG IV.8)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
5 Agustus 2026
Oleh I Ketut Subagiasta

Sadhunam (BG IV.8)

Sadhunam adalah orang-orang yang baik. Tuhan Yang Maha Esa dipercaya senantiasa melindungi (paritrāṇāya) orang-orang yang baik atau sadhunam. Sebaliknya, keadilan Tuhan Yang Maha Esa juga dipercaya membinasakan (vināśāya) orang-orang yang jahat (duṣkṛtām).

Umat sedharma, marilah menjadi sadhunam, jangan menjadi duṣkṛtām. Ṛta Prakṛti, yaitu hukum alam, akan selalu berlaku. Demikian pula hukum Karma Phala; setiap perbuatan pasti memiliki akibat atau hasil.

Svaha.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Kesucian Pangkal dari Kebenaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 01/11/2025 Umat se-dharma, seva atau pengabdian merupakan bagian dari kerja (karma). Dari pengabdian itulah akan terbangun kesucian dalam diri yang menjadi pondasi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian diri (śauca) akan lahir kemuliaan; dari kemuliaan akan muncul kehormatan; dan dari kehormatan itulah diperoleh kebenaran (satya). Oleh karena itu, sebagai umat Hindu bangunlah…

  • Filosofi Satyavākyam

    Diuraikan topik Satyavākyam, artinya teguh kepada kebenaran. Mari dipahami ajaran luhur dalam pustaka suci Śiva Purāṇa 1.7.31 yang dikutip sebagai berikut: ईश्वर उवाच ।वत्सप्रसन्नोऽस्मि हरे यतस्त्वमीशत्वमिच्छन्नपि सत्यवाक्यम् ।ब्रूयास्ततस्ते भविता जनेषु साम्यं मया सत्कृतिरप्यलप्थाः ॥ ३१ ॥ īśvara uvācavatsaprasanno’smi hare yatastvam īśatvam icchann api satyavākyam |brūyās tataste bhavitā janeṣu sāmyam mayā satkṛtir apyalapthāḥ ॥ 31 ॥…

  • Filosofi Niyatam Karma

    Palangka Raya, 16.3.3025 Disajikan topik filosofi Niyatam Karma, yakni bekerja sesuai yang telah ditentukan. Dalam sudut pandang manajemen pendidikan, karma atau kerja adalah aktivitas (acting). Maknai ajaran luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā III-8 yang dikutip sebagai berikut: “यतः एवं अतःनियतं कुरु कर्म त्वं कर्म ज्यायो ह्यकर्मणः ।शरीरयात्रापि च ते न प्रसिध्येदकर्मणः ॥ ३-८॥ niyataṁ…

  • Filosofi Catur Tapas

    Oleh I Ketut Subagiasta Diuraikan topik filosofi Catur Tapas yang berarti empat pengekangan. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suci MĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA I-25 yang dikutip berikut ini. “तपो वाचं रतिं च इव कामं च क्रोधम् एव चसृष्टिं ससर्ज चैवेमां स्रष्टुम् इच्छन्निमाः प्रजाःtapo vācaṁ ratiṁ ca eva kāmaṁ ca krodham eva casṛṣṭiṁ sasarja caivemāṁ sraṣṭum icchannimāḥ…

  • Prajñā-vādān (BG II.11)

    DHARMAŚABDANAM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA) I Ketut Subagiasta Prajñā-vādān adalah kata-kata orang bijak. Orang bijak berkata atas dasar pikiran yang baik dan benar. Perkataan orang bijak dijadikan pedoman dalam bertindak. Ada sebuah pertanyaan dari orang bijak: berapakah jumlah dosen Hindu di Indonesia? Jawaban yang bijak semestinya diberikan oleh orang-orang bijak yang memiliki kewenangan dan kebijakan…

  • Kebahagiaan Sāttvika

    Mutiara WedaYogyakarta, 23/04/2026 Umat sedharma, tujuan hidup menjelma menjadi manusia sesungguhnya adalah untuk mencapai kebahagiaan, baik kebahagiaan sekala (lahir) maupun niskala (batin), dengan menempatkan kesucian pikiran sebagai landasan utama. Kebahagiaan, jika ditinjau dari sifatnya, dapat diklasifikasikan menjadi tiga bentuk. Kebahagiaan yang timbul dari hubungan antara indria dengan objek duniawi disebut kebahagiaan rājasa. Kebahagiaan yang berujung…