Sanātana Dharma: Kebenaran Sejati
Rahajeng Hari Raya Galungan Dumogi Ajeg dalam Mengemban Dharma
Mutiara Weda
Yogyakarta, 17/06/2026
Umat sedharma, dalam sesanti Hindu tersurat bahwa kesucian batin akan dapat terwujud manakala seseorang memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri, dengan landasan kemampuan serta kejujuran dalam menyinergikan pikiran, perkataan, dan perbuatan (Tri Kaya Sandhi).
Dengan kesucian diri, akan dapat dibangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan. Dengan terbangunnya kedamaian dalam diri, akan semakin kuat pula keyakinan spiritual menuju kebenaran sejati, yaitu Sanātana Dharma, sebagai hukum yang abadi.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu marilah kita membangun kesucian diri melalui pengendalian indria sehingga dapat menghindarkan diri dari balutan kegelapan pikiran (Sapta Timira) serta tidak menjerumuskan ataupun membinasakan diri dengan melakukan perbuatan yang melanggar norma-norma agama. Niscaya Cakra Dharma akan berputar secara sinergis melalui nilai-nilai Satyam (kebenaran), Śivam (kesucian), dan Sundaram (keindahan) dalam menata kehidupan yang damai, rukun, dan harmonis, menuju Manaḥ Śāntiḥ (kedamaian batin) maupun Parama Śāntiḥ (kedamaian tertinggi).
(Yajurveda XIX.30)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
