Viśuddha Karma
Mutiara Weda
Yogyakarta, 15/03/2026
Umat se-dharma, dalam pustaka suci Weda disebutkan: sesungguhnya semua umat manusia memiliki kebebasan, bebas menentukan kehendaknya, dan sepenuhnya pula bertanggung jawab atas semua perbuatannya sendiri, yang disebut svatantra kartā (pelaku yang bebas menentukan tindakan). Demikian pula, tak satu pun manusia dapat luput dari kerja walaupun hanya sesaat; oleh hukum alam, manusia tidak berdaya untuk tidak bekerja.
Kualitas perbuatan menentukan kehidupan sekarang maupun kehidupan di masa yang akan datang. Begitu juga, sekecil apa pun perbuatan yang dilakukan, jika dilandasi dengan hati yang tulus, lascarya (ketulusan/keikhlasan), akan membawa kebaikan yang luar biasa.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, mantapkan kualitas śraddhā (keyakinan) dan bhakti (pengabdian) dengan melakukan kerja tanpa ikatan, yaitu viśuddha karma (perbuatan yang disucikan). Dengan demikian terwujud pencapaian tertinggi, yaitu mokṣa (kelepasan), terbebas dari keterikatan. Bekerja sebagai suatu kewajiban dengan pijakan bekerja untuk semua, yaitu sarvodaya (kesejahteraan bersama). Niscaya, akan terhindar dari karma buruk atau vikarma (perbuatan yang menyimpang dari Dharma).
(Ślokāntara, 19.4; Bhagavadgītā, V.10)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Saṅgraha Nusantara (PSN) Pusat
