Rudrāditya (Bhagavadgītā XI.22)

DHARMAŚABDANAM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)
27 Juni 2026

Oleh I Ketut Subagiasta

Rudrāditya melambangkan Sang Hyang Śiva sebagai Rudra Āditya yang memancarkan cahaya kekuning-kuningan sebagai anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta kehadiran Pitara-Pitarī yang menjadi kekuatan suci dalam menegakkan Dharma.

Pada Hari Suci Kuningan, umat Hindu memuja dan memuji kebesaran-Nya pada pagi hari sebagai ungkapan syukur dan āyubhāgya (anugerah keselamatan dan kesejahteraan) atas anugerah yang hening dan suci (nirmala) dari Hari Suci Kuningan.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Menjaga Kesucian Pikiran

    Mutiara Weda Yogyakarta, 06/05/2025 Umat Sedharma, dalam susastra ada menyebutkan Dve karmani narah kurvaniha loke mahiyate; ada dua macam perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi bijak dan mulia, yaitu: Perbuatan dan perkataan yang mengandung niat jahat tiada bedanya dengan membidik dan melepaskan anak panah. Setiap orang yang terkena pasti akan merasa sakit yang teramat dalam. Perkataan,…

  • Cakra Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 2 Agustus 2026 Umat Sedharma, Sifat melayani nilai-nilai Dharma (Dharma Sevanam) merupakan bagian dari etos kerja atau Subha Karma yang sesuai dengan ajaran etika Hindu. Sikap melayani dalam menegakkan nilai-nilai kebajikan kepada sesama (Dharma Sevanam) akan membangun kesucian diri serta menjadi fondasi utama dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian akan…

  • GURU PUJANAM

    Palangka Raya, 25 November 2024 Pada tanggal 25 November 2024 merupakan Hari Guru di Indonesia. Kalangan terpelajar wajib hormat kepada jasa guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Sajian khusus saat ini tentang Guru Pujanam artinya menghormati guru.Mari dicamkan tentang filosofi Guru Pujanam sesuai ajaran suci pada pustaka suci Bhagavad Gītā – XVII-14 yang dikutip sebagai…

  • Yajña: Wujud Rasa Bhakti

    Mutiara Weda Yogyakarta, 28 Juni 2026 Umat Sedharma, dalam susastra tersurat: Yasyāṁ sadoha vīrdhane yūpo yasyāṁ nimīyate… dst. Artinya, di tempat suci atau pura tempat dipancangkannya yūpa (tiang suci upacara yajña), di sanalah Ida Sang Hyang Widhi Wasa berkenan hadir untuk menganugerahkan keselamatan jiwa dan ketenangan batin. Melaksanakan yajña suci, yaitu Pañca Mahā Yajña, merupakan…

  • Tri Kaya Sandhi

    Mutiara Weda20/12/2025 Umat sedharma, di dalam susastra suci agama Hindu diajarkan bahwa umat Hindu, dalam menjalankan proses berpikir, melakukan perbuatan, maupun ketika akan mengeluarkan perkataan, hendaknya selalu berhati-hati serta mempertimbangkan akibatnya, baik maupun buruk dampaknya. Umat Hindu memiliki keyakinan bahwa pahala atau hasil dari buah karma akan diterima oleh orang yang berbuat, demikian pula oleh…

  • Bunga Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/03/2026 Umat se-dharma, kebahagiaan, kenikmatan, dan kesenangan yang penuh tanpa gangguan akan membawa ātman mencapai kebahagiaan sejati menuju kelahiran yang disebut kelahiran Deva-yoni (kelahiran sebagai makhluk dewa). Keadaan ini disebut sebagai aiśvarya (kemuliaan rohani) dan menjadi buah atau bunga-bunga Dharma. Demikian pula sebaliknya, manakala pikiran selalu diselimuti oleh bibit adharma (kejahatan) dan menentang…