Cakra Dharma

Mutiara Weda
Yogyakarta, 2 Agustus 2026

Umat Sedharma,

Sifat melayani nilai-nilai Dharma (Dharma Sevanam) merupakan bagian dari etos kerja atau Subha Karma yang sesuai dengan ajaran etika Hindu. Sikap melayani dalam menegakkan nilai-nilai kebajikan kepada sesama (Dharma Sevanam) akan membangun kesucian diri serta menjadi fondasi utama dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu.

Dari kesucian akan lahir kemuliaan, dari kemuliaan akan tumbuh kehormatan, dan dari kehormatan akan tercapai kebenaran (Satya).

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, bangunlah kesucian diri, baik lahir maupun batin, melalui Dharma Sevanam. Selanjutnya, kedepankan sikap tresna asih sesuai dengan ajaran Tri Parartha, yaitu Asih, Punia, dan Bhakti. Niscaya, umat Sedharma akan mampu menggerakkan Cakra Dharma secara seimbang dalam mewujudkan Satyam, Sivam, dan Sundaram, menuju kebahagiaan hidup.

(Yajur Veda 19.30).

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Cakra Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 23 Juli 2026 Umat Sedharma, Sifat melayani nilai-nilai Dharma (Dharma Sevanam) merupakan bagian dari etos kerja atau Subha Karma yang sesuai dengan ajaran etika Hindu. Sikap melayani dalam menegakkan nilai-nilai kebajikan kepada sesama (Dharma Sevanam) akan membangun kesucian diri serta menjadi fondasi utama dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian akan…

  • Adveṣṭā Sarva Bhūtānām

    Mutiara Weda Yogyakarta, 17/05/2026 Umat se-dharma, jika disadari, sesungguhnya segala bentuk pemujaan ataupun tapa hanyalah untuk mengendalikan pikiran. Pikiran merupakan penyebab keterikatan ataupun kebebasan. Demikian pula, pikiran adalah rajanya nafsu (rājendriya). Oleh sebab itu, setiap manusia hendaknya mengarahkan pikirannya agar tetap tenang dan terkendali (nirodha), sehingga dapat terpusat kepada-Nya melalui dhyāna. Orang yang disayang Tuhan…

  • Jalankan Swadharma

    Mutiara Weda Yogyakarta, 7 Juli 2026 Umat Se-dharma, dalam susastra diungkapkan bahwa manakala hidup menjelma menjadi manusia, tetapi ingkar dalam pelaksanaan Dharma, bahkan bingung dengan agamanya, hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi serta berhati tamak, orang semacam ini disebut Jadma Kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya, hidup menjelma menjadi manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk…

  • Meyadnya Jalan Menuju Jagadhita

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/03/2026 Umat sedharma, jika direnungkan, sesungguhnya keinginan untuk mendapatkan kesenangan, kenikmatan, dan kebahagiaan dalam menjalankan proses saṃsāra di dunia ini telah diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui yajña. Sedangkan mereka yang telah memperoleh kesenangan, kenikmatan, dan kebahagiaan dalam kehidupan ini tanpa melaksanakan yajña, sesungguhnya dapat diibaratkan sebagai “pencuri”. Demikian pula halnya,…

  • Kesucian Pangkal dari Kebenaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 23/05/2025 Umat sedharma, seva atau pengabdian merupakan bagian dari kerja atau Karma dan dari pengabdian itu pula akan dapat terbangunnya kesucian dalam diri sebagai pondasi dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian diri (Sauca) akan mendapatkan kemuliaan, dengan kemuliaan akan mendapatkan kehormatan, dan dengan kehormatan pula akan dapat memperoleh kebenaran atau…

  • Sradha Landasan Menuju Sanatana Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 26/07/2025 Umat Se-dharma, kesucian batin itu akan dapat terwujud manakala memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula, dengan kesucian diri akan dapat membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan keyakinan spiritual akan dapat mewujudkan kebenaran sejati Sanatana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi atau Hukum Ṛta, ataupun…