Purwagama Sesana

Mutiara Weda

Yogyakarta, 28/09/2025

Umat Sedharma, umat Hindu dalam menjalankan dharmaning hidup memiliki kewajiban suci yang disebut dharmaning agama, yaitu berkewajiban untuk mempelajari, memahami, dan memancarkan isi kitab suci Veda Dharma Vahini serta memahami berbagai ilmu pengetahuan suci Āndrayuga atau Vruh ring sarva jñāna (luas dalam segala pengetahuan), sehingga dapat menjalankan wiweka (kebijaksanaan) dengan baik.

Umat Hindu dalam berpikir, bertutur kata, serta berbuat dalam menjalankan aktivitasnya tidak bisa lepas dari sangkut paut serta teropongan dari ajaran kebajikan śāsana (ajaran kebaikan) dan kepatuhan terhadap guru viśeṣa yaitu nīti (aturan, tata negara).

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu hendaknya selalu membangun keluhuran dan kemuliaan Buddhi Pāramitā (kesempurnaan kebijaksanaan) serta keharmonisan dalam hidup (sundaram) dengan jalan memahami dan mengamalkan seluruh ajaran kesucian Purwa Śāsana (ajaran awal tentang kebajikan) dengan memegang teguh ajaran etika susila dan ajaran kebenaran śāsana serta taat dan patuh pada aturan pemerintah (nīti). Niscaya kebahagiaan hidup akan dapat diwujudkan.

(Slokāntara, 34 dan 84)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Musuh Utama Ada di Dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 12 Juli 2026 Umat Se-Dharma, orang-orang bijak mengatakan bahwa pada zaman Kaliyuga ini musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri sebagai akibat dari ketidakmampuan mensinergiskan unsur Tri Guna, yaitu Satvam, Rajas, dan Tamas dalam diri. Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (Ksama) merupakan sifat-sifat yang bijaksana dan mulia yang harus tertanam serta…

  • Jangan Pelihara Rasa Dengki dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 16/04/2026 Umat sedharma, menjauhkan diri dari rasa dengki dan iri hati (mātsarya) merupakan kewajiban dasar dalam membangun tatanan kehidupan umat Hindu yang satyam, śivam, dan sundaram. Kuatkan perbuatan, perasaan, serta cinta kasih kepada sesama (prema vāhinī). Jangan biarkan sifat iri hati dan dengki bercokol dalam diri. Apabila batin senantiasa diselimuti oleh rasa iri…

  • Filosofi Muniprasna

    Palangka Raya, 22.9.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Om Swastyastu Disajikan sebuah topik Filosofi Munipraśna, artinya pertanyaan para orang bijaksana. Mari dipahami makna ajaran luhur pada pustaka suci Śiva Purāṇa 1.1.39 yang dikutip sebagai berikut: “इति श्रीशैवेमहापुराणे विद्येश्वरसंहितायां मुनिप्रश्नवर्णनो नाम प्रथमोऽध्यायः ॥ १ ॥iti śrīśaivemahāpurāṇe vidyeśvarasaṁhitāyāṁ munipraśnavarṇano nāma prathamo’dhyāyaḥ || 1 || Terjemahan:Inilah Śiva Mahāpurāṇa, Bab…

  • Dharma Svargam (Sārasamuccaya 14)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)29 Juni 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Dharma Svargam (Sārasamuccaya 14) Dharma Svargam adalah kebenaran yang menjadi jalan menuju kebahagiaan. Tekun dan taatlah menjalankan dharma. Dengan dharma, manusia akan mencapai kemuliaan hidup. Dharma merupakan perahu yang mengantarkan manusia menuju kebahagiaan dan kesejahteraan. Sebaliknya, adharma adalah jalan menuju penderitaan, kesengsaraan, siksaan, dan…

  • Kesiapan akan Kebangkitan Hindu

    Mutiara Weda Yogyakarta, 10/07/2026 Umat Se-dharma, faktor yang sangat penting dalam menyongsong kebangkitan Hindu adalah kesiapan akan penguatan agem-ageman dalam beragama Hindu. Adapun yang menjadi benih atau cikal bakal penguatan tersebut terletak pada kuatnya agem-ageman dalam bentuk Śraddhā. Manakala kurangnya keyakinan, bingung, bahkan ragu terhadap agamanya, dapat dipastikan rapuhnya pondasi agama yang berdampak pada rapuhnya…

  • Dharma Śāsana

    Mutiara Weda Yogyakarta, 12/10/2025 Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda Saṁhitā ada menyebutkan: “Satyabrūyat priyaṁ, priyaca nānṛta brūyād eṣa dharma sanātanam.” Hendaknya ia mengatakan apa yang benar dan mengucapkan apa yang menyenangkan hati orang; dengan ajaran Ethika Hindu menjadi pijakannya Dharma Śāsana. Demikian pula, jangan sekali-kali mengucapkan kebenaran yang semu dan menyakitkan serta jangan pula…