Filosofi Asta Mahābhūtādi

Palangka Raya, 28.9.2025

Oleh I Ketut Subagiasta

Disajikan tentang filosofi Asta Mahābhūtādi artinya delapan unsur alam. Mari dimaknai ajaran luhur dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra Sloka I-6 yang dikutip sebagai berikut:

“ततः स्वयम्भूर् भगवानव्यक्तो व्यञ्जयन्निदम्
महाभुतादि वृत्तौजाः प्रादुरासीत्तमो नुदः”

tataḥ svayambhūr bhagavān avyākto vyañjayannidam
mahābhūtādi vṛttaujāḥ prādurāsīttamo nudaḥ

Terjemahan:
Kemudian dengan kekuatan tapanya, Yang Maha Ada dengan sendirinya walaupun tanpa wujud, menciptakan alam semesta ini secara bertahap, dari mahābhūta (unsur alam semesta) dan lainnya, yang melenyapkan kegelapan.

Adapun makna filosofi Asta Mahābhūtādi dikaji secara ekoteologi yang sangat kaya makna mengenai nilai pendidikan agama Hindu. Disadari kebesaran kuasa Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan gelar Svayambhū yang dinamai juga Sang Hyang Pasupati yang menciptakan segala unsur alam semesta.

Ada delapan unsur alam semesta, meliputi berikut ini, ada tergolong bhuwana agung (makrokosmos) dan ada tergolong bhuwana alit (mikrokosmos). Kajian yang mudah dan sederhana secara ekoteologi dapat dipahami dan diamati realitanya di alam semesta raya ini sebagai berikut.

  1. Bhūmiḥ artinya tanah (pṛthivī). Maknanya bahwa tanah, pertiwi, bumi, dunia, jagat, bhuwana sebagai sumber hidup dan kehidupan. Manusia mempunyai residen atau tempat tinggal. Kehidupan lainnya memiliki habitat. Ayo lindungi bumi, tanah, ibu pertiwi supaya hijau, subur, dan makmur. Hindari sengketa tanah. Tanah diurus administrasi permanen berupa SHM supaya teproteksi.
  2. Āpaḥ artinya air. Maknanya bahwa air sumber hidup. Air jangan sampai tercemar atau polusi. Air sangat bermanfaat untuk sosial, ekonomi, religi, budaya, agricultural, industri, dan semua kehidupan bersosial. Air bisa juga menjadi sumber bencana bila salah tata kelola, seperti banjir bandang, tenggelam, tsunami, dan tanah longsor.
  3. Analaḥ artinya api. Maknanya bahwa anala yakni pāvaka, agni, api, fire, sebagai sumber hidup. Panas bumi atau teja berupa gas, air panas, cahaya surya, dan api alami bermanfaat untuk kehidupan semuanya di alam semesta.
  4. Vāyuḥ artinya angin. Maknanya bahwa vāyuḥ adalah udara, hawa, angin. Vāyuḥ kuasa Sang Hyang Bayu. Angin segar untuk sumber kehidupan yang sehat. Angin jangan sampai tercemar atau polusi udara.
  5. Kham artinya ākāśa. Maknanya bahwa kham adalah angkasa, langit, ether. Ākāśa sangat tinggi. Ada surya atau matahari, candra atau bulan, tārā atau bintang, mega atau awan, dan planet angkasa. Langit jangan dipolusi supaya tetap cerah dan biru.
  6. Naraḥ artinya manusia. Maknanya bahwa nara dan nārī (manusia laki-laki dan perempuan) sebagai unsur alam yang sering disebut bhuwana alit. Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna, memiliki tri pramāṇa yakni idep (pikiran), sabda (perkataan), dan bayu (tenaga). Manusia sebagai makhluk utama atau nara uttama (narottama).
  7. Paśu artinya hewan, binatang. Maknanya bahwa alam semesta ada hewan atau binatang yang hidup saling bersinergi. Hewan wajib dilindungi, dipelihara, dan diternakkan demi kondisi alam yang memiliki habitat yang beraneka. Hewan bermanfaat secara pendidikan, sosial, ekonomi, adat, budaya, ekologi, religi, seni, hingga devisa suatu daerah.
  8. Vanaspatī artinya tumbuhan. Maknanya bahwa alam semesta ada tumbuhan, pohon, tanaman atas kuasa Pasupati. Tumbuhan hidup di alam untuk menghijaukan semesta. Tumbuhan produktif memberikan sulabha (manfaat) bagi kehidupan. Tumbuhan wajib dilestarikan.

Intinya bahwa Asta Mahābhūtādi adalah delapan unsur alam semesta yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Svayambhū dengan prabhāwa sebagai Sang Hyang Pasupati. Alam ini atau dunia atau jagat, atau bhuwana merupakan utpatti (diciptakan), sthiti (dipelihara), dan pralīna (dikembalikan) oleh kuasa Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga semua unsur alam harmonis (sundaram). Semua unsur alam bermanfaat buat semuanya. Delapan unsur alam dapat berkolaborasi satu sama lainnya. Semua unsur alam eksis asri, lestari, dan bersinergi positif.

Rahayu. Svāhā. Kṣamā ca Kṣami.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Bersahabat dengan Kesabaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 31/10/2025 Umat se-dharma, jika direnungkan, hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini ibarat cakramanggilingan (roda kehidupan yang terus berputar), silih berganti—kadang di atas, kadang di bawah—penuh tantangan dan ujian hidup. Tanpa ombak yang ganas, tak akan pernah diketahui kemampuan seorang peselancar; demikian pula tanpa cobaan, tantangan, dan godaan hidup, tidak akan tampak kualitas…

  • Filosofi Bhūmiḥ Prakṛti

    Palangka Raya, 12.9.2025 Disajikan uraian ekoteologi dengan topik Bhūmiḥ Prakṛti, artinya sifat alami tanah. Mari dipahami nilai luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.4 yang dikutip sebagai berikut: “यततामपि सिद्धानां कश्चिन्मां वेत्ति तत्त्वतः ॥ ७-३॥भूमिरापोऽनलो वायुः खं मनो बुद्धिरेव च ।bhūmir āpo ‘nalo vāyuḥ khaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ me bhinnā prakṛtir aṣṭadhā. Artinya:Tanah,…

  • Filosofi Prahrṣṭayā Bhāvyaṁ

    Disajikan sebuah topik Prahrṣṭayā Bhāvyaṁ yang berarti “istri berwajah cerah”. Mari dimaknai ajaran luhur bagi keluarga dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra sloka V.150 yang dikutip sebagai berikut: “सदा प्रहृष्टया भाव्यं गृह कार्येषु दक्षयासुसंस्कृतो पस्करया व्यये चामुक्त हस्तयाsadā prahṛṣṭayā bhāvyaṁ gṛha kāryeṣu dakṣayāsusaṁskṛto paskarayā vyaye cāmukta hastayā“ Artinya:“Ia hendaknya selalu berwajah cerah, pandai dalam mengatur urusan…

  • Bangun Kebahagiaan Sāttvika

    Mutiara Weda07/07/2025 Umat Sedharma,Tujuan hidup menjelma menjadi manusia sesungguhnya adalah untuk mendapatkan kebahagiaan, baik kebahagiaan sekala maupun kebahagiaan niskala, dengan menempatkan kesucian pikiran sebagai barometer utama dalam mencapainya. Kebahagiaan, jika dilihat dari sifatnya, dapat diklasifikasikan dalam tiga bentuk, yaitu: Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, bangunlah kebahagiaan dalam diri, baik manah śānti (ketenangan pikiran) maupun…

  • Filosofi Bindu ca Nāda

    Disajikan topik Bindu ca Nāda yang artinya titik dan suara.Mari dipahami ajaran luhur pada pustaka suci Śiva Purāṇa I.16.87 yang dikutip sebagai berikut: “बिंदुनादात्मकं सर्वं जगत्स्थावरजंगमम् ।बिंदुः शक्तिः शिवो नादः शिवशक्त्यात्मकं जगत् ॥ ८७॥biṁdunādātmakaṁ sarvaṁ jagatsthāvarajaṁgamam |biṁduḥ śaktiḥ śivo nādaḥ śivaśaktyātmakaṁ jagat || 87 || Artinya:Seluruh alam semesta yang terdiri dari yang bergerak dan yang…

  • Yajña: Kewajiban Suci

    Mutiara WedaYogyakarta, 10/04/2026 Umat sedharma, melaksanakan pañca mahā yajña merupakan kewajiban suci berdasarkan petunjuk pustaka suci Weda Saṃhitā sebagai penyangga bumi dan alam semesta beserta isinya. Alam dan manusia diciptakan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui yajña. Dalam pelaksanaan meyajña, terdapat lima unsur penting, yaitu: Mantra: doa-doa yang diucapkan oleh umat maupun pinandita sesuai…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *