Bersahabat dengan Kesabaran
Mutiara Weda
Yogyakarta, 31/10/2025
Umat se-dharma, jika direnungkan, hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini ibarat cakramanggilingan (roda kehidupan yang terus berputar), silih berganti—kadang di atas, kadang di bawah—penuh tantangan dan ujian hidup.
Tanpa ombak yang ganas, tak akan pernah diketahui kemampuan seorang peselancar; demikian pula tanpa cobaan, tantangan, dan godaan hidup, tidak akan tampak kualitas kedewasaan dan tingkat kesabaran seseorang.
Cobaan dan godaan hidup dapat datang kapan saja. Karena itu, umat manusia hendaknya bersahabat dengan ketenangan dan kesabaran—belajar dari layang-layang yang dapat terbang tinggi karena angin kencang, dan dari lotus yang hanya dapat mekar pada kolam yang tenang.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu sudah menjadi kewajiban untuk membangun kesucian diri, lahir maupun batin, dengan landasan ketenangan, kesabaran, dan kedamaian hati. Niscaya, kehidupan yang Satyam, Śivam, Sundaram, manah śānti maupun parama śānti akan dapat terwujud.
(Wrhaspati Tattwa & Sarasamuccaya 92–95)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat
