Filosofi Kavayah

Palangka Raya, 31.10.2025

Disajikan sebuah topik filosofi Kavayah, artinya para pendeta atau orang suci. Mari dipahami ajaran luhur dalam Bhagavad Gītā XVIII.2 yang dikutip sebagai berikut:

“श्रीभगवानुवाच
काम्यानां कर्मणां न्यासं संन्यासं कवयो विदुः ।
सर्वकर्मफलत्यागं प्राहुस्त्यागं विचक्षणाः ॥ १८-२॥
śrī bhagavān uvāca:
kāmyānāṁ karmaṇāṁ nyāsaṁ saṁnyāsaṁ kavayo viduḥ,
sarva-karma-phala-tyāgaṁ prāhus tyāgaṁ vicakṣaṇāḥ.”

Artinya:
Śrī Bhagavān bersabda:
Para pandita menyatakan saṁnyāsa sebagai meninggalkan kerja yang didorong nafsu, dan orang arif bijaksana mengatakan tyāga sebagai meninggalkan pahala dari semua kerja.

Makna luhur filosofi Kavayah dapat dipahami melalui uraian berikut sebagai tuntunan luhung dalam melakoni masa bhikṣu-ka:

  1. Na kāmyānāṁ — artinya tidak penuh nafsu keinginan. Maknanya, orang suci tidak dikuasai nafsu negatif yang dapat mencemarkan kesucian dirinya sebagai pendeta.
  2. Karmaṇāṁ — artinya dari kegiatan atau kerja. Maknanya, orang suci stabil dan teguh dalam menjalankan śāsana sebagai pendeta utama.
  3. Nyāsaṁ — artinya meninggalkan atau melepaskan. Maknanya, pandita meninggalkan berbagai keterikatan duniawi, tidak terbelenggu oleh materi atau harta benda karena taat pada śāsana pandita.
  4. Saṁnyāsaṁ — artinya penyangkalan kerja; tingkat kehidupan dimana seseorang harus dapat melepaskan keterikatan duniawi. Maknanya, sesuai śāsana wiku, pandita atau orang suci mengutamakan disiplin rohani yang suci dan meninggalkan segala bentuk keterikatan duniawi.
  5. Kavayah — artinya para pendeta atau orang suci. Maknanya, sebagai orang suci wajib viduḥ (mengetahui dan memahami) ajaran Weda, membina umat Hindu, menjadi praktisi dan teladan, serta berupaya memahami dan mempraktikkan sarva-karma-phala-tyāgaṁ yaitu melepaskan segala akibat dari perbuatan, dan prāhus tyāgaṁ yaitu meninggalkan segala keterikatan duniawi, sehingga tampil vicakṣaṇāḥ atau arif bijaksana.

Pada intinya, filosofi Kavayah adalah ajaran tentang pandita sebagai orang suci yang taat śāsana wiku dan sanggup meninggalkan keterikatan duniawi dengan sikap vicakṣaṇa atau bijaksana. Semoga rahayu dalam melakoni masa Kavyah atau melakoni masa sebagai pandita, orang suci.
Rahayu. Svāhā. Kṣamā ca Kṣami.

Oleh I Ketut Subagiasta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Sṛṣṭir Āditah

    Palangka Raya, 30.9.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan tentang filosofi Sṛṣṭir Āditah (ciptaan alam ini). Mari dipahami ajaran luhung tentang ciptaan alam ini secara ekoteologi bernilai pendidikan Hindu pada pustaka suci Mānava Dharmaśāstra sloka I.78 yang dikutip sebagai berikut: jyotiṣaś ca vikurvāṇād āpo rasaguṇaḥ smṛtāḥadbhyo gandha guṇa bhūmir ityeṣā sṛṣṭir āditaḥ Terjemahan:“Demikian pula dari sinar…

  • Filosofi Āpah Prakṛti

    Palangka Raya, 13.9.2025 Disajikan uraian ekoteologi dengan topik Āpah Prakṛti, artinya sifat alami air, ajaran luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.4 yang dikutip sebagai berikut: “यततामपि सिद्धानां कश्चिन्मां वेत्ति तत्त्वतः ॥ ७-३॥भूमिरापोऽनलो वायुः खं मनो बुद्धिरेव च ।bhūmir āpo ‘nalo vāyuḥ khaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ me bhinnā prakṛtir aṣṭadhā. Artinya:Tanah, air, api,…

  • Jalankan Swadharma

    Mutiara Weda Yogyakarta, 7 Juli 2026 Umat Se-dharma, dalam susastra diungkapkan bahwa manakala hidup menjelma menjadi manusia, tetapi ingkar dalam pelaksanaan Dharma, bahkan bingung dengan agamanya, hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi serta berhati tamak, orang semacam ini disebut Jadma Kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya, hidup menjelma menjadi manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk…

  • Filosofi Sugihan

    Mutiara WedaYogyakarta, 11/06/2026 Umat sedharma, salah satu kewajiban umat Hindu menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan adalah melaksanakan upacara penyucian yang dikenal dengan Sugihan sebagai bagian dari rangkaian Hari Raya Galungan. Sugihan Jawa dan Sugihan Bali memiliki makna penyucian Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Alit (diri manusia). Sugihan Jawa dilaksanakan pada Kamis Wage…

  • Kesadaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 17/10/2025 Umat sedharma,dalam śāstra diungkapkan: Agne tapas tapyāmahe,upa tapyāmahe tapaḥ. Kesadaran serta kemampuan untuk mengendalikan dan mengekang seluruh indriya akan dapat menghadirkan pengetahuan rohani. Membangun sifat-sifat kedewataan dengan menghapus niat buruk atau niat jahat menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, membangun kekuatan kedewataan dengan menyelaraskan dan menyerasikan antara kepala dan…

  • Filosofi Mahadewa

    Disajikan dengan topik Filosofi Mahadewa: artinya Dewa penganugerah Sarwa Bijaksana yang paling utama. Mari dipahami ajaran mulia pada pustaka suci Śiva Purāṇa – 1.24.89-90 yang dikutip sebagai berikut: “अकारो गार्हपत्याग्निर्भूधर्मश्च रजोगुणः ।ऋग्वेदश्च क्रियाशक्तिः प्रातःसवनमेव च ॥ ८९ ॥महदेवश्च रेखायाः प्रथमायाश्च देवता ।विज्ञेया मुनिशार्दूलाः शिवदीक्षापरायणैः ॥ ९० ॥akāro gārhapatyāgnirbhūdharmaśca rajoguṇaḥ |ṛgvedaśca kriyāśaktiḥ prātaḥsavanameva ca || 89…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *