Suluh Kehidupan

Mutiara Weda
Yogyakarta, 18 Juli 2025

Umat Se-Dharma,

Jika dilihat dalam pustaka suci Weda, tersurat bahwa tidak ada sahabat yang lebih tinggi daripada pengetahuan, dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat. Demikian pula, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib, karena nasib tidak tertahankan oleh siapa pun.

Melakukan perbuatan baik (śubha karma) serta mensinergikan pikiran, perkataan, dan perbuatan, serta mengerti akan hakikat ajaran Dharma, menjadi obor atau penerang kehidupan bagi setiap umat manusia menuju kehidupan yang Satyam, Śivam, dan Sundaram.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, sudah menjadi kewajiban untuk melaksanakan ajaran Dharma dan menjadikannya sebagai cahaya dalam kehidupan — Suluh Ikang Prabhā.

Manakala perkataan, perbuatan, dan pikiran kita terasa tidak menyenangkan atau menyakitkan bagi diri sendiri, hendaknya jangan dilakukan terhadap orang lain. Niscaya hal ini akan membantu mengendalikan seluruh indriya, sehingga terbentuk perilaku yang penuh kedamaian menuju Dharma Lakṣaṇa.
(Slokantara 29 & SS, hlm. 41–42)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Catur Tapas

    Oleh I Ketut Subagiasta Diuraikan topik filosofi Catur Tapas yang berarti empat pengekangan. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suci MĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA I-25 yang dikutip berikut ini. “तपो वाचं रतिं च इव कामं च क्रोधम् एव चसृष्टिं ससर्ज चैवेमां स्रष्टुम् इच्छन्निमाः प्रजाःtapo vācaṁ ratiṁ ca eva kāmaṁ ca krodham eva casṛṣṭiṁ sasarja caivemāṁ sraṣṭum icchannimāḥ…

  • Cakra Dharma

    Mutiara Weda18/01/2025 Umat Se-Dharma, Sifat melayani akan nilai-nilai Dharma (Dharma Sevanam) merupakan bagian dari ethos kerja atau karma baik (Subha Karma) sesuai ajaran Etika Hindu. Sifat melayani terhadap nilai kebajikan pada sesama (Dharma Sevanam) akan dapat membangun kesucian diri serta menjadi pondasi dasar dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian akan mendapatkan kemuliaan,…

  • Kendalikan Indriya

    Mutiara WedaYogyakarta, 11/09/2025 Umat se-dharma, kesucian batin akan dapat terwujud manakala memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula, kesucian diri akan dapat membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan keyakinan spiritual akan dapat mewujudkan kebenaran sejati Sanatana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi, yaitu hukum Rta ataupun hukum Karma,…

  • Sevaka Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 09/04/2026 Umat sedharma, dalam susastra disebutkan bahwa manusia yang terlahir namun mengingkari pelaksanaan dharma, bingung terhadap ajaran agamanya, serta hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi dengan hati yang tamak, disebut sebagai jadma kesasar (manusia yang tersesat). Sesungguhnya, kelahiran sebagai manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk memperbaiki dan membenahi diri. Kehidupan manusia juga…

  • Mebrata: Bentuk Janji atas Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 26 Juli 2026 Umat Sedharma, Jika kita renungkan, selama ketidakjujuran menjadi dasar dalam setiap perbuatan, dapat dipastikan bencana dan malapetaka akan menimpa, sehingga seseorang tidak mampu melepaskan diri dari belenggu ikatan duniawi. Sebaliknya, apabila ketulusan hati (Arjawa) dijadikan landasan dalam berpikir, bertutur kata, dan berbuat, niscaya akan diperoleh kekuatan pikiran yang luhur. Sesungguhnya,…

  • Suśīla (Sārasamuccaya 159)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)7 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Suśīla (Sārasamuccaya 159) Suśīla adalah perilaku yang baik. Suśīlawan yaitu orang yang unggul dalam berperilaku baik di tiga dunia atau triloka. Suśīlawan dan Suśīlawati mengutamakan suśīla untuk menundukkan triloka. Bangga dan bahagia menjadi Suśīlawan dan Suśīlawati, karena menjadi manusia teladan di jagat raya. Bagikan…