Umat Hindu Sembahyang Tiga Waktu

Mutiara Weda
Yogyakarta, 19 Juli 2025

Umat Hindu Sembahyang Tiga Waktu

Bapak dan Ibu Umat Se-Dharma yang terhormat,

Di dalam pustaka suci Yajur Weda Samhitā diungkapkan tentang hakikat dari rasa bhakti. Dalam mengimplementasikan wujud rasa bhakti tersebut, umat Hindu menempuh jalan mendekatkan diri ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Ida Sang Hyang Parama Kawi sebagai salah satu bentuk pengabdian suci.

Dengan melakukan persembahyangan atau pemujaan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan landasan ketulusan serta kerendahan hati, umat menjadikan sembahyang sebagai kebutuhan paling mendasar. Harapannya adalah memohon anugerah, berpasrah, serta menyerahkan diri secara total kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Ida Sang Hyang Parama Wisesa (vaidhikam pauruṣam prāpti).

Bapak dan Ibu Umat Se-Dharma,

Perlu diketahui bahwa umat Hindu melaksanakan pemujaan atau persembahyangan berdasarkan tiga waktu suci yang disebut Tri Sandhyā atau Sandhyā Vandhanam, yakni: pagi hari, siang hari, dan sore hari.

  1. Brahma Muhūrta / Prātaḥ Sevanam
    Dilakukan pada pagi hari menjelang matahari terbit, bertujuan untuk menguatkan unsur sattvam dalam diri dalam mengarungi kehidupan dari pagi hingga siang hari.
  2. Madhyāhna Sevanam
    Dilakukan pada siang hari guna mengendalikan unsur rajah dalam diri, agar tidak menjurus pada hal-hal yang negatif dan destruktif.
  3. Sandhyā Sevanam
    Dilaksanakan pada sore hari menjelang matahari terbenam, untuk mengendalikan unsur tamas—yaitu sifat malas, kebodohan, atau kegelapan batin.

Oleh karena itu, Bapak dan Ibu Umat Se-Dharma, marilah kita mantapkan kewajiban sebagai umat Hindu untuk melaksanakan Sandhyā Vandhanam atau Tri Sandhyā secara tulus dan teratur. Tujuannya adalah untuk proses penyucian diri, yakni mengurangi pengaruh sifat-sifat negatif dari guna dan meningkatkan kualitas diri melalui dominasi sifat sattvam.

Niscaya, hal ini akan membawa umat menuju kehidupan yang lebih baik—penuh kedamaian, keseimbangan, dan keharmonisan, baik di tingkat mikrokosmos maupun makrokosmos.
(Śiva Purāṇa, Vidyāsvara Saṁhitā, XI.63–64)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Grhasthe Saṁsthitim

    Disajikan sebuah topik Grhasthe Saṁsthitim, artinya semua tahapan kehidupan mendapat perlindungan pada tahap berumah tangga. Mari dipahami ajaran luhur dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra – Sloka VI.90 yang dikutip sebagai berikut ini: “यथा नदीनदाः सर्वे सागरे यान्ति संस्थितिम्तथैवाश्रमिणः सर्वे गृहस्थे यान्ति संस्थितिम्yathā nadīnadāḥ sarve sāgare yānti saṁsthitimtathaivāśramiṇaḥ sarve gṛhasthe yānti saṁsthitim“ Artinya:Sebagaimana semua sungai, baik…

  • Sad Ripu dan Sapta Timira: Musuh Utama Manusia

    Mutiara WedaYogyakarta, 31 Juli 2026 Umat Sedharma, Dalam susastra disebutkan: Ragādhi musuh maparo rihati yotonggwanya tan madoh riawak. Sesungguhnya, musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan berada di dalam diri sendiri sebagai akibat dari kegagalan menyelaraskan unsur-unsur Tri Guna Tattwa, yaitu sattvam, rajas, dan tamas. Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (Ksama) merupakan sifat-sifat luhur yang…

  • Jadikan Doa Sebagai Benteng

    Mutiara WedaYogyakarta, 16/09/2025 Umat se-dharma, umat Hindu memiliki keyakinan bahwa memuja kebesaran, keagungan, dan kemuliaan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Ida Sang Hyang Parama Kawi adalah suatu kewajiban (Nama Smaraṇam). Serta, selalu mendekatkan dan berpasrah diri ke hadapan-Nya dengan memancarkan doa-doa pujaan sebagai Kavaca (pagar pelindung) dalam diri masing-masing. Pengucapan doa-doa pujaan atau…

  • Kuatkan Pikiran dengan Metapa

    Mutiara WedaYogyakarta, 30 Mei 2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci tersurat: “Surā, Sarasvatī, Lakṣmī ity etat madakāraṇam …” dan seterusnya. Ada tiga hal yang menyebabkan manusia lupa akan dirinya sendiri sehingga mengalami kemabukan, yaitu minuman keras, kepandaian, dan kekayaan. Kemabukan atau kegelapan pikiran yang dapat menjerumuskan manusia menjadikan pengendalian diri sebagai faktor yang sangat penting…

  • Sat, Cit, Ānanda Brahman

    Mutiara WedaYogyakarta, 02/11/2025 Umat se-dharma, dalam pustaka suci Weda diajarkan untuk selalu setia, jujur, dan memegang teguh kebenaran dalam menuju ketenangan serta kedamaian batin (parama śānti). Kebenaran dan kejujuran adalah sifat dan hakikat ke-Tuhanan: Sat, Cit, Ānanda Brahman (ada–kesadaran–kebahagiaan murni), yang menjadi bagian dari dasar keyakinan (śraddhā) dalam ajaran agama Hindu. Kesetiaan dan kejujuran itu…

  • Damai dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 1 Agustus 2026 Umat Sedharma, Manah atau pikiran merupakan sinar cahaya yang mampu menjelajah ke mana-mana. Pikiran membimbing dan menuntun setiap perilaku maupun tindakan, menjadi sumber pengetahuan, serta berperan sebagai perantara yang paling cepat dalam diri manusia. Pikiran merupakan penentu baik dan buruknya seseorang. Pikiran mengawasi seluruh indria serta menjadikan niat atau tekad…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *