Kesucian Pangkal dari Kebenaran

Mutiara Weda
Yogyakarta, 01/11/2025

Umat se-dharma, seva atau pengabdian merupakan bagian dari kerja (karma). Dari pengabdian itulah akan terbangun kesucian dalam diri yang menjadi pondasi kehidupan bagi setiap umat Hindu.

Dari kesucian diri (śauca) akan lahir kemuliaan; dari kemuliaan akan muncul kehormatan; dan dari kehormatan itulah diperoleh kebenaran (satya).

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu bangunlah kesucian diri, baik lahir maupun batin, dengan semangat pengabdian (seva) yang berlandaskan ajaran Dharma serta mengedepankan ajaran tresna asih (kasih sayang), sesuai ajaran Tri Pārārtha: Asih, Punia, dan Bhakti. Niscaya, akan terbangun umat Hindu yang Satyam, Śivam, Sundaram menuju kebahagiaan yang sejati.
(Yajur Veda 19.30)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Ageng Yasa – Ageng Goda

    Mutiara WedaYogyakarta, 28/04/2026 Umat sedharma, dalam sebuah paribasa diungkapkan bahwa semakin tinggi pepohonan, semakin kencang angin yang menerpanya. Demikian pula dalam kehidupan, semakin banyak melakukan perbuatan atau karya, semakin besar pula godaan dan cobaan yang akan dihadapi. Inilah makna ageng yasa, ageng goda (semakin besar karya, semakin besar godaan). Ketaatan dan kepatuhan terhadap ajaran agama…

  • Sumber-Sumber Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 02/07/2025 Umat Sedharma,Dalam pustaka suci Weda diuraikan:“Idānīṁ dharma pramāṇānyāha, vedo ‘khilo dharma-mūlam…” dan seterusnya.Seluruh pustaka suci Weda adalah sumber utama Dharma, kemudian dilanjutkan dengan adat istiadat, tingkah laku yang terpuji dari orang-orang bijak yang mendalami ajaran Weda, serta tata kehidupan para ṛṣi atau orang-orang suci. Pada akhirnya, hal itu menuju pada kepuasan batin…

  • Sistācāraḥ (Sarasamuccaya 40)

    DHARMAŚABDANAM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA) Sistācāraḥ adalah orang yang mengajarkan Dharma, mengajarkan Śruti dan Smṛti, serta berperilaku jujur, setia, dan mulia. Jadilah seorang Sistācāraḥ di jagat raya, yaitu pribadi yang senantiasa menebarkan kebenaran, kebajikan, dan kemuliaan hidup secara bijaksana dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh I Ketut Subagiasta Bagikan ke:

  • Duratyayā (BG VII.14)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)Senin, 10 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Duratyayā (BG VII.14) Duratyayā adalah terobosan, menerobos, atau upaya untuk menembus berbagai hambatan. Setiap manusia hendaknya memiliki semangat untuk melakukan terobosan melalui tindakan nyata, upaya inovatif, langkah kreatif, perbaikan berkelanjutan, serta usaha untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Dengan demikian, akan ditemukan cara terbaik dalam mengatasi…

  • Ahning Maneb Manah Nira

    Mutiara Weda Yogyakarta, 18/05/2026 Umat se-dharma, dalam susastra disebutkan: Dve karmāṇi naraḥ kurvan iha loke mahīyate; ada dua macam perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi bijak dan mulia, yaitu tidak sekali-kali mengucapkan perkataan yang kasar (tan ujar ahala), serta tidak sekali-kali berpikiran untuk melakukan perbuatan jahat dan tercela. Perbuatan dan perkataan yang mengandung niat jahat tiada…