|

Rahajeng Hari Suci Sugihan Jawa dan Sugihan Bali

Mutiara Weda
Yogyakarta, 17/04/2025

Umat sedharma, setiap umat Hindu haruslah menyadari bahwa menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, umat Hindu merayakan Hari Suci Sugihan sebagai rangkaian dari Hari Raya Galungan. Sugihan Jawa dan Sugihan Bali bermakna pensucian Bhuana Agung dan Bhuana Alit.

Sugihan Jawa dilaksanakan pada Kamis, Wage wuku Sungsang sebagai perlambang pensucian Makrokosmos / Bhuana Agung / alam semesta, dan Sugihan Bali yang jatuh pada Jumat, Kliwon wuku Sungsang merupakan perlambang pensucian Mikrokosmos / Bhuana Alit / diri sendiri setiap umat manusia.

Untuk itu, sudah menjadi kewajiban setiap umat Hindu menjelang perayaan Hari Suci Galungan diawali dengan merayakan Hari Suci Sugihan sebagai proses pensucian Makrokosmos (alam semesta) “Dewa Kalinggania pamrastista bhatara Kabeh” dan Mikrokosmos (diri manusia) “Kalinggania amretista raga tawulan” (Kitab Sundari Gama).

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Dharmādharmā

    Oleh I Ketut Subagiasta Diuraikan bahwa filosofi dharmādharmā berarti ajaran tentang kebenaran dan ketidakbenaran. Marilah kita memahami ajaran luhur dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra I.26 berikut: “karmaṇāṃ ca vivekārthaṃ dharmādharmau vyavecayat, dvandvair ayojayac cemāḥ sukha-duḥkhādibhiḥ prajāḥ.” Terjemahan: “Lagi pula, untuk membedakan tingkah laku ciptaan-Nya, Ia membedakan tujuan antara dharma dan adharma, serta menjadikan makhluk mengalami…

  • Filosofi Niyatam Karma

    Palangka Raya, 16.3.3025 Disajikan topik filosofi Niyatam Karma, yakni bekerja sesuai yang telah ditentukan. Dalam sudut pandang manajemen pendidikan, karma atau kerja adalah aktivitas (acting). Maknai ajaran luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā III-8 yang dikutip sebagai berikut: “यतः एवं अतःनियतं कुरु कर्म त्वं कर्म ज्यायो ह्यकर्मणः ।शरीरयात्रापि च ते न प्रसिध्येदकर्मणः ॥ ३-८॥ niyataṁ…

  • Kesiapan akan Kebangkitan Hindu

    Mutiara Weda Yogyakarta, 10/07/2026 Umat Se-dharma, faktor yang sangat penting dalam menyongsong kebangkitan Hindu adalah kesiapan akan penguatan agem-ageman dalam beragama Hindu. Adapun yang menjadi benih atau cikal bakal penguatan tersebut terletak pada kuatnya agem-ageman dalam bentuk Śraddhā. Manakala kurangnya keyakinan, bingung, bahkan ragu terhadap agamanya, dapat dipastikan rapuhnya pondasi agama yang berdampak pada rapuhnya…

  • Krodha, Cermin Pudarnya Nilai Kesabaran

    Mutiara Weda Yogyakarta, 21/05/2026 Umat se-dharma, kesabaran merupakan kekayaan yang paling mulia dan tak ternilai harganya, ibarat emas dan permata yang mampu memerangi kekuatan hawa nafsu; tiada yang melebihi kemuliaannya. Tatkala kesabaran dan ketenangan hati mulai berkurang, tidak akan pernah ada kepastian akan terjalinnya persahabatan. Sebaliknya, yang muncul adalah jiwa murka yang menyelubungi diri, yang…

  • Damai dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 1 Agustus 2026 Umat Sedharma, Manah atau pikiran merupakan sinar cahaya yang mampu menjelajah ke mana-mana. Pikiran membimbing dan menuntun setiap perilaku maupun tindakan, menjadi sumber pengetahuan, serta berperan sebagai perantara yang paling cepat dalam diri manusia. Pikiran merupakan penentu baik dan buruknya seseorang. Pikiran mengawasi seluruh indria serta menjadikan niat atau tekad…