Satvika Yadnya

Mutiara Weda
Yogyakarta, 23 Juli 2025

Umat Se-Dharma,

Melaksanakan Pañca Mahā Yadnya merupakan kewajiban suci sebagaimana petunjuk dari pustaka suci Weda Saṁhitā, sebagai penyangga bumi, alam semesta beserta isinya. Sebab, alam dan manusia diciptakan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui Yadnya.

Lima unsur penting dalam Meyadnya adalah sebagai berikut:

Mantra: doa-doa suci yang diucapkan oleh umat maupun pinandita, sesuai tingkatannya.

Yantra: simbol-simbol (nyasa) keagamaan yang diyakini memiliki kekuatan spiritual untuk meningkatkan kesucian.

Tantra: kekuatan suci dalam diri yang dibangkitkan melalui tata cara yang ditetapkan dalam kitab suci Weda.

Yadnya: pengorbanan dan pengabdian yang tulus atas dasar kesadaran dalam persembahan, sesuai kemampuan.

Yoga: pengendalian gelombang pikiran dalam batin untuk menyatu dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Ida Sang Hyang Parama Kawi.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita mantapkan śraddhā dan bhakti dengan keyakinan, bahwa demi kepentingan hidup, kesempurnaan, dan kebahagiaan sejati, umat Hindu perlu melaksanakan Pañca Mahā Yadnya secara Satvika, yaitu dengan ketulusan dan kesucian.

Hal ini dilakukan berlandaskan Tri Pramāṇa (Sāstraṭah, Gurutaḥ, dan Svataḥ), serta memperhatikan Catur Dṛṣṭa: Kuna Dṛṣṭa, Śāstra Dṛṣṭa, Loka Dṛṣṭa, dan Deśa Dṛṣṭa.

Dengan demikian, niscaya akan terwujud tujuan hidup umat manusia, yaitu kebahagiaan sekala dan niskala, Jagadhita lan Mokṣa.

(Agastya Parwa & Bhagavad Gītā III.10)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Bangun Pura di Dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 17/05/2025 Umat se-Dharma, jika dipahami bahwa belajar agama dan ajaran kedyatmikan spiritual bukanlah untuk menyakiti orang lain dan bukan pula untuk memerangi orang lain, melainkan sebagai pedoman dan tuntunan hidup untuk memperhalus jiwa dan memperkokoh Budhi. Jika ajaran agama dan ajaran kesucian spiritual digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar memamerkan diri…

  • Sevaka Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 14/07/2025 Umat Sedharma, dalam sastra ada tersurat bahwa dilahirkan hidup menjelma menjadi manusia, ingkar akan pelaksanaan Dharma, bahkan bingung dengan agamanya, apalagi hanya mengejar kenikmatan, kepuasan duniawi, serta berhati tamak — orang semacam ini disebut Jadma Kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya hidup menjelma menjadi manusia sangatlah utama, suatu kesempatan untuk memperbaiki / membenahi…

  • Filosofi Arthasya Saṁgrahe

    Disajikan sebuah topik dalam konteks rumah tangga, yakni Arthasya Saṁgrahe yang berarti: hendaknya suami melibatkan istrinya dalam hal pengumpulan dan penggunaan harta kekayaan. Mari kita pahami ajaran luhur mengenai Arthasya Saṁgrahe dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra Sloka IX.11 berikut ini: “अर्थस्य संग्रहे चैनां व्यये चैव नियोजयेत्शौचे धर्मे ऽन्नपक्त्याञ् च पारिणाह्यस्य वेक्षणेarthasya saṁgrahe caināṁ vyaye caiva…

  • Filosofi Sṛṣṭir Āditah

    Palangka Raya, 30.9.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan tentang filosofi Sṛṣṭir Āditah (ciptaan alam ini). Mari dipahami ajaran luhung tentang ciptaan alam ini secara ekoteologi bernilai pendidikan Hindu pada pustaka suci Mānava Dharmaśāstra sloka I.78 yang dikutip sebagai berikut: jyotiṣaś ca vikurvāṇād āpo rasaguṇaḥ smṛtāḥadbhyo gandha guṇa bhūmir ityeṣā sṛṣṭir āditaḥ Terjemahan:“Demikian pula dari sinar…

  • Konsep Ngayah Bentuk Karma Suci

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/11/2024 Umat Sedharma,Dalam pustaka suci ada menyebutkan Kurvan eveha karmani, jijiviset satam samah,… dst. Sesungguhnya hakikat hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini adalah untuk melakukan kerja. Bekerja sebagai suatu kewajiban dan kebajikan. Berbuatlah hanya demi kewajiban, bukan hanya hasil perbuatan yang selalu terpikirkan, jangan semata-mata pahala menjadi motifnya, sebuah konsep Ngayah dalam…