Sanātana Dharma: Kebenaran Sejati
Mutiara Weda
Yogyakarta, 19/02/2026
Umat Se-dharma, dalam sesanti Hindu ada tersurat bahwa kesucian batin itu akan dapat terwujud manakala memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula dengan kesucian diri akan dapat membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan keyakinan spiritual akan dapat mewujudkan kebenaran sejati, Sanātana Dharma.
Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi atau hukum ṛta maupun hukum karma, dengan landasan kejujuran di dalam mensinergiskan pikiran, perkataan, dan perbuatan, yaitu Tri Kaya Sandhi (tiga keselarasan perilaku).
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu marilah kita bangun kesucian diri dengan pengendalian indriya (indra), sehingga dapat menghindarkan diri dari balutan kegelapan pikiran Sapta Timira (tujuh kegelapan), serta tidak menjerumuskan diri ataupun “membunuh” diri dengan melakukan perbuatan melanggar norma-norma agama. Niscaya, Cakra Dharma (roda kebenaran) akan berputar secara sinergis: satyam (kebenaran), śivam (kesucian), dan sundaram (keindahan) dalam menata tatanan kehidupan yang damai, rukun, dan harmonis; manah śāntiḥ (kedamaian pikiran) maupun parama śāntiḥ (kedamaian tertinggi).
(Yajurveda 19.30)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta
