Ageng Yasa – Ageng Goda
Mutiara Weda
Yogyakarta, 28/04/2026
Umat sedharma, dalam sebuah paribasa diungkapkan bahwa semakin tinggi pepohonan, semakin kencang angin yang menerpanya. Demikian pula dalam kehidupan, semakin banyak melakukan perbuatan atau karya, semakin besar pula godaan dan cobaan yang akan dihadapi. Inilah makna ageng yasa, ageng goda (semakin besar karya, semakin besar godaan).
Ketaatan dan kepatuhan terhadap ajaran agama merupakan benteng dan pelindung diri. Barang siapa taat pada ajaran dharma, maka dharma itu pula yang akan melindunginya: dharma rakṣati rakṣitaḥ (dharma melindungi mereka yang melindunginya). Orang yang teguh pada dharma tidak akan merasa takut dalam menghadapi cobaan, godaan, ancaman, maupun tantangan.
Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat Hindu untuk senantiasa berjalan di jalan kebenaran (dharma), mendekatkan diri ke hadapan-Nya, serta tidak meninggalkan dharma. Sebab, ketika seseorang menjauh dari dharma, maka dharma pun akan menjauh darinya. Dengan dharma, seluruh makhluk diatur: dharmena vidhṛtāḥ prajāḥ (semua makhluk dipelihara oleh dharma).
Niscaya, dengan berpegang teguh pada dharma dan senantiasa mengingat-Nya, seseorang akan mencapai kebahagiaan sejati.
(Śānti Parva 109.11)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta
