Filosofi Naksatranam
Disajikan topik Naksatranam artinya bintang-bintang. Mari maknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā X-21 yang dikutip sebagai berikut:
“आदित्यानामहं विष्णुः ज्योतिषां रविरंशुमान् ।
मरीचिर्मरुतामस्मि नक्षत्राणामहं शशी ॥ १०-२१॥
ādityānām ahaṁ viṣṇur jyotiṣāṁ ravir aṁśumān,
marīcir marutām asmi nakṣatrāṇām ahaṁ śaśi.”
Artinya:
“Dari para āditya, Aku adalah Viṣṇu; dari benda-benda yang bersinar Aku adalah Matahari; dari para Marut Aku adalah Marici; dan dari gugusan bintang-bintang Aku adalah bulan.”
Adapun makna Naksatranam yakni bumi ini diterangi oleh satu surya, ekam ravi, juga diterangi oleh satu bulan atau ekam śasi. Sehingga jagat bermakna menjadi terang juga.
Selain itu juga ada dipta sahasra Naksatranam atau ribuan sinar bintang-bintang di angkasa. Sinar kecil namun penuh makna. Pada semua sudut langit ada sinar bintang atau cahaya Tāra atau Naksatranam. Maknanya kecil nampaknya, namun besar makna sinarnya karena ribuan ada bintang di langit.
Intinya, seribu sinar bintang sama maknanya dengan satu sinar surya dan satu sinar bulan. Tuhan itu satu namun memiliki banyak sinar berupa Sahasra Naksatranam atau ribuan sinar bintang-bintang di langit yang menerangi bumi. Satu Tuhan namun ada ribuan sinar bintang yang turut menerangi jagat.
Tuhan berwujud Sang Hyang Tāra juga dipuja oleh umat Hindu dalam murti Sahasra Dewa Dewi atau seribu nama dewa-dewi.
Rahayu. Svaha. Ksama ca Ksami.
Palangka Raya, 16.5.2025
Oleh I Ketut Subagiasta
