Sat Asat (BG XIII.21)
DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
24 Juli 2026
OLEH I KETUT SUBAGIASTA
Sat Asat (BG XIII.21)
Sat Asat adalah ada dan tiada, baik dan buruk. Manusia memiliki sifat (guṇa) sat asat, yaitu karakter baik dan buruk. Kedua sifat tersebut telah ada sejak dalam kandungan (yoni). Setelah lahir (janmansu), karakter baik dan buruk itu dipengaruhi (kāraṇam) oleh lingkungan (jagat).
Baik atau buruknya lingkungan akan berdampak pada pembentukan karakter manusia. Lingkungan perjudian, narkoba, pencurian (corah), kanyacora, kebohongan (mithyā), maupun lingkungan pendidikan, semuanya memberikan pengaruh terhadap perkembangan watak seseorang.
Karakter memang telah terbentuk sejak dalam kandungan (garbha), namun lingkungan memiliki peran besar dalam membentuk dan mengarahkannya. Apabila seseorang berada dalam lingkungan yang menjunjung tinggi pendidikan, ia akan menjadi pribadi yang berbudhi luhur (subuddhi). Sebaliknya, apabila tidak memperoleh pendidikan yang baik, ia dapat berkembang menjadi pribadi yang berbudhi buruk (durbuddhi).
Marilah memaknai filosofi Sat Asat sebagai pedoman dalam membangun karakter yang luhur.
Svaha. Dhanyavad, atau Suksma.
