Sentuhan Pancaran Sinar Suci

Mutiara Weda
Yogyakarta, 11/04/2026

Umat sedharma, tujuan utama berbhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sesungguhnya adalah untuk merasakan kasih sayang-Nya yang senantiasa terpancar kepada seluruh ciptaan-Nya.

Pancaran kasih sayang Ida Sang Hyang Widhi Wasa bagaikan sinar matahari yang menyinari bumi dan seluruh alam semesta beserta isinya. Namun, mereka yang merasa tidak menerima pancaran kasih tersebut pada dasarnya terhalang oleh pengaruh indriya yang tidak terkendali serta kegelapan pikiran (sapta timira), sehingga batin menjadi tertutup dan sulit merasakan sentuhan sinar suci-Nya.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, sudah menjadi kewajiban untuk mengendalikan indriya dan menjauhkan diri dari kegelapan pikiran dengan menjaga keseimbangan dalam menjalani kehidupan. Tidak berlebihan dalam kesedihan saat menghadapi cobaan maupun penderitaan, serta tidak larut dalam pujian, sebagaimana ajaran tulya nindā stuti (seimbang dalam celaan dan pujian).

Niscaya, dengan demikian, seseorang akan merasakan sentuhan sinar suci dari-Nya dan terhindar dari kegelapan pikiran.
(Swastika Rana, hal. 273)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Widvaangga: Berperilaku Semu

    Mutiara WedaYogyakarta, 15/07/2026 Umat Se-Dharma, Jika dilihat dinamika kehidupan di zaman ini, artha (uang ataupun kekayaan) seolah-olah menjadi satu-satunya tujuan hidup dan segala-galanya bagi kehidupan. Gemerlap artha dan tumpukan kekayaan yang menggunung masih terasa menjadi prioritas utama yang menyilaukan dan sangat dihargai di zaman ini oleh sebagian umat manusia. Dunia terasa diselubungi oleh kegelapan, pelaku-pelaku…

  • Filosofi Indriya

    Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan bahwa filosofi indriya berarti indra. Marilah kita memahami ajaran luhur dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra II.96 sebagai berikut: “idānīm indriya-saṃyamopāya mahaḥ, na tathā etāni śakyante saṃniyamantum asevayā; viṣayeṣu prajuṣṭāni, tathā jñānena nityaśaḥ.” Terjemahan: “Indra yang sangat tertambat oleh benda-benda jasmani yang memberi kepuasan itu tidak akan dapat dikendalikan dengan baik…

  • Rahasyajñāna

    Mutiara WedaYogyakarta, 6 Juni 2026 Umat sedharma, pustaka suci Weda yang menjadi pegangan, pedoman, dan tuntunan bagi umat Hindu sering juga disebut sebagai kitab rahasia karena di dalamnya banyak mengandung ajaran yang bersifat rahasia (rahasyajñāna). Untuk memudahkan pemahaman terhadap isi kandungan pustaka suci Weda, Mahāṛṣi Vālmīki melalui karya sastra Rāmāyaṇa serta Mahāṛṣi Vyāsa melalui epos…

  • Filosofi Tyàgi

    Palangka Raya, 5.6.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan topik Tyàgi, artinya orang yang meninggalkan pahala perbuatannya. Ajaran ekoteologi ini dimaknai dalam pustaka suci Bhagavad Gītā XVIII.11 yang dikutip sebagai berikut: “न हि देहभृता शक्यं त्यक्तुं कर्माण्यशेषतः ।यस्तु कर्मफलत्यागी स त्यागीत्यभिधीयते ॥ १८-११॥na hi deha-bhṛtā śakyaṁ tyaktuṁ karmāṇy aśeṣataḥ,yas tu karma-phala-tyāgī sa tyāgīty abhidhīyate. Artinya:Sesungguhnya, tak…

  • Pritih (BG. I.36)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI(MUTIARA KATA DHARMA) 14 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Pritih (BG. I.36) Pritih adalah kebahagiaan, kesenangan, dan kenikmatan. Setiap perbuatan ada yang mengakibatkan kebahagiaan dan ada pula yang mengakibatkan kesengsaraan atau papam. Keduanya akan dinikmati hasilnya oleh karta atau pelaku. Kebahagiaan dan kesengsaraan (papam) selalu berdampingan sebagai buah dari perbuatan manusia. Oleh karena…

  • Selaras dalam Berpikir

    Mutiara Weda Yogyakarta, 24/01/2026 Umat se-dharma, manah (pikiran) merupakan sinar cahaya yang dapat mengembara ke mana-mana, membimbing dan menuntun seluruh perilaku serta tindakan. Pikiran juga menjadi sumber pengetahuan sekaligus perantara yang paling cepat. Pikiran merupakan penentu baik dan buruknya seseorang. Pikiran sebagai perantara tercepat mengawasi seluruh indriya (alat indra) serta menjadikan niat atau tekad sebagai…