Kebenaran Dharma Tertinggi

Mutiara Weda
Yogyakarta, 21 Juni 2026

Umat sedharma, Dharma merupakan kewajiban suci yang harus didengar, dipahami, dan dilaksanakan apabila ingin mengerti hakikat kehidupan sebagai manusia.

Dalam sebuah sesanti Hindu diungkapkan:

“Di antara sesama manusia, Brahmana varṇalah yang tertinggi, yaitu mereka yang wruh ring sarwa jñāna (memahami seluruh pengetahuan suci Weda). Apabila dilihat dari sumber cahaya, mataharilah yang utama. Demikian pula jika dilihat dari susunan tubuh atau aṅga śarīra (anggota tubuh), maka kepalalah yang paling utama. Begitu pula dalam hal Dharma, kebenaranlah yang merupakan nilai tertinggi.”

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu menjalankan kewajiban suci Dharma dengan menempatkan nilai-nilai kebenaran sebagai penyangga utama kehidupan. Tidak ada Dharma (kewajiban suci) yang lebih tinggi daripada Satya (kebenaran).

Niscaya, umat sedharma dalam menjalani proses kehidupan (saṁsāra) akan tetap pageh (teguh) dan ajeg (kukuh) dalam Dharmanya, serta memperoleh kebahagiaan hidup lahir dan batin, baik sekala (alam nyata) maupun niskala (alam rohani).

(Slokāntara, Śloka 1–3)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Aṣṭa Coraḥ ca Ṣaḍātatāyī (Slokāntara 74)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)3 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Aṣṭa Coraḥ ca Ṣaḍātatāyī (Slokāntara 74) Aṣṭa Coraḥ dan Ṣaḍātatāyī adalah delapan perbuatan curang dan enam perbuatan kejam. Ada caturdaśa atau empat belas perbuatan curang dan kejam, antara lain: membegal, merampas, merampok, mengamuk, menganiaya, membunuh, menyihir, meracun, mencuri, memfitnah, memancung, menyakiti, merusak, dan menipu….

  • Dharma Śāsana

    Mutiara Weda Yogyakarta, 12/10/2025 Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda Saṁhitā ada menyebutkan: “Satyabrūyat priyaṁ, priyaca nānṛta brūyād eṣa dharma sanātanam.” Hendaknya ia mengatakan apa yang benar dan mengucapkan apa yang menyenangkan hati orang; dengan ajaran Ethika Hindu menjadi pijakannya Dharma Śāsana. Demikian pula, jangan sekali-kali mengucapkan kebenaran yang semu dan menyakitkan serta jangan pula…

  • Filosofi Dvijottama

    Disajikan sebuah topik tentang Dvijottama yang berarti pendeta utama, pendeta terkemuka. Mari kita pahami ajaran luhur tentang kepanditaan melalui pustaka suci Bhagavad Gītā I.7 yang dikutip sebagai berikut: “अस्माकं तु विशिष्टा ये तान्निबोध द्विजोत्तम ।नायका मम सैन्यस्य संज्ञार्थं तान्ब्रवीमि ते ॥ १-७॥asmākaṁ tu viśiṣṭā ye tān nibodha dvijottama,nāyakā mama sainyasya saṁjñārthaṁ tān bravīmi te Artinya:“Ketahuilah,…

  • Meayah Ayah – Ngayah Bentuk Karma Suci

    Mutiara WedaYogyakarta, 14/09/2025 Umat se-dharma, Dalam pustaka suci disebutkan: kurvan eveha karmāṇi jijīviṣet śataṁ samāḥ … dan seterusnya. Sesungguhnya hakikat hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini adalah untuk melakukan kerja — bekerja sebagai suatu kewajiban dan kebajikan. Berbuatlah hanya demi kewajiban, bukan semata hasil perbuatan yang selalu terpikirkan. Jangan semata-mata pahala menjadi motifnya. Inilah…

  • Meyadnya Jalan Menuju Jagadhita

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/03/2026 Umat sedharma, jika direnungkan, sesungguhnya keinginan untuk mendapatkan kesenangan, kenikmatan, dan kebahagiaan dalam menjalankan proses saṃsāra di dunia ini telah diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui yajña. Sedangkan mereka yang telah memperoleh kesenangan, kenikmatan, dan kebahagiaan dalam kehidupan ini tanpa melaksanakan yajña, sesungguhnya dapat diibaratkan sebagai “pencuri”. Demikian pula halnya,…

  • Ngajegang Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 23/08/2026 Umat Sedharma, jika direnungkan, emas walaupun dipanaskan dan ditempa berkali-kali akan tetap memancarkan cahaya dan sinarnya. Demikian pula kayu cendana, walaupun digosok berulang-ulang, akan tetap mengeluarkan bau wangi dan harum. Begitu pula halnya dengan nilai-nilai kebajikan dan kebenaran yang tidak akan pernah luntur serta tidak akan berubah sepanjang zaman. Perlu disadari bahwa…