Menjaga Kesucian Pikiran

Mutiara Weda
Yogyakarta, 06/08/2026

Umat Sedharma, dalam susastra disebutkan: Dve karmāṇi naraḥ kurvann iha loke mahīyate; ada dua macam perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi bijak dan mulia, yaitu tidak sekali-kali mengucapkan perkataan yang kasar (tan ujar ahala) serta tidak sekali-kali berpikir untuk melakukan perbuatan jahat dan tercela.

Perbuatan dan perkataan yang mengandung niat jahat tiada bedanya dengan membidik dan melepaskan anak panah. Setiap orang yang terkena pasti akan merasakan sakit yang sangat mendalam. Sebaliknya, apabila perkataan diucapkan dengan maksud yang baik dan disampaikan dengan cara yang baik pula, maka yang ditimbulkannya adalah kebahagiaan. Namun, meskipun maksudnya baik, apabila tidak disampaikan dengan cara yang baik, perkataan itu tetap dapat menimbulkan rasa duka.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, hendaknya kita senantiasa berhati-hati dalam berbuat maupun dalam mengucapkan perkataan, sehingga selalu memancarkan nilai-nilai kebajikan, kedamaian, serta sikap yang meneduhkan. Jagalah kesucian pikiran, ahning maneb manah nira, dan bertekadlah untuk selalu berpegang teguh pada kebenaran. Niscaya, akan terbangun umat Hindu yang damai, bahagia, serta memperoleh amerta dalam kehidupannya.

(SS. 117–124)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • |

    Rudrāditya (Bhagavadgītā XI.22)

    DHARMAŚABDANAM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)27 Juni 2026 Oleh I Ketut Subagiasta Rudrāditya melambangkan Sang Hyang Śiva sebagai Rudra Āditya yang memancarkan cahaya kekuning-kuningan sebagai anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta kehadiran Pitara-Pitarī yang menjadi kekuatan suci dalam menegakkan Dharma. Pada Hari Suci Kuningan, umat Hindu memuja dan memuji kebesaran-Nya pada pagi hari sebagai ungkapan…

  • Tumbuhkan Rasa Damai di dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/05/2026 Umat se-dharma, dalam susastra tersurat bahwa tatkala seseorang memiliki rasa benci kepada orang lain, hal itu sama nilainya dengan meminum racun. Kebencian akan membuat hidup terbebani secara terus-menerus selama belum mampu memaafkan, bahkan akan terus menempati ruang di hati secara cuma-cuma sehingga mengganggu proses berpikir, bertindak, dan menyebabkan seseorang tidak mampu mengeluarkan…

  • Budhi Luhur Pijakan dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 30/03/2026 Umat se-dharma, jika direnungkan, sesungguhnya terjadinya karma diawali dari proses berpikir. Pikiran menjadi penentu tatkala seseorang akan bertutur kata dan bertindak, sehingga menghasilkan karma baik atau śubha karma nantinya. Mengarahkan dan memperbaiki pola pikir menjadi suatu keharusan, sehingga pikiran dapat terkendali dan berkonsentrasi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan demikian, akan…

  • Filosofi Asta Prakrti

    Oleh: I Ketut Subagiasta Disajikan uraian ekoteologi dengan topik Asta Prakrti, artinya delapan sifat alami, dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.4 yang dikutip sebagai berikut: yatatām api siddhānāmkaścin mām vetti tattvataḥ ॥ 7.3 ॥bhūmir āpo ‘nalo vāyuḥkhaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ mebhinnā prakṛtir aṣṭadhā ॥ 7.4 ॥ Artinya:“Tanah, air, api, udara, ether, pikiran, budhi,…

  • Konsep Ngayah Bentuk Karma Suci

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/11/2024 Umat Sedharma,Dalam pustaka suci ada menyebutkan Kurvan eveha karmani, jijiviset satam samah,… dst. Sesungguhnya hakikat hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini adalah untuk melakukan kerja. Bekerja sebagai suatu kewajiban dan kebajikan. Berbuatlah hanya demi kewajiban, bukan hanya hasil perbuatan yang selalu terpikirkan, jangan semata-mata pahala menjadi motifnya, sebuah konsep Ngayah dalam…

  • Subhakarma (SS. 21)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)9 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Subhakarma (SS. 21) Subhakarma adalah perbuatan baik. Berbuat baik akan menghasilkan pahala yang baik. Kelak, apabila meninggal dunia, seseorang akan memperoleh svarga. Apabila menjelma kembali, disebut Svargacyuta. Ciri-ciri orang yang terlahir dari svarga, antara lain: a) Rupawan, yakni orang yang berwajah cantik atau tampan.b)…