Filosofi Brahman
Palangka Raya, 15.5.2025
Oleh I Ketut Subagiasta
Disajikan sebuah topik tentang Filosofi Brahman, yang berarti Sang Hyang Siva sebagai pencipta, pemelihara, dan pengembali segala sesuatu ke asal-Nya. Mari kita pahami ajaran luhur tentang ketuhanan Hindu dalam pustaka suci Śiva Purāṇa 1.6.20-22 yang dikutip sebagai berikut:
“सृष्टिः स्थितिश्च संहारस्तिरो भावोप्यनुग्रहः ।
यस्मात्प्रवर्तते तस्मै ब्रह्मणे च त्रिशूलिने ॥ २० ॥
अशक्यमन्यैर्यदनुग्रहं विना तृणक्षयोप्यत्र यदृच्छया क्वचित्॥ २१ ॥
इति देवाभयं कृत्वा विचिन्वंतः शिवक्षयम् ।
जग्मुः कैलासशिखरं यत्रास्ते चंद्र शेखरः ॥ २२ ॥
**sṛṣṭiḥ sthitiśca saṁhārastiro bhāvopyanugrahaḥ |
yasmātpravartate tasmai brahmaṇe ca triśūline || 20 ||
aśakyamanyairyadanugrahaṁ vinā tṛṇakṣayopyatra yadṛcchayā kvacit|| 21 ||
iti devābhayaṁ kṛtvā vicinvaṁtaḥ śivakṣayam |
jagmuḥ kailāsaśikharaṁ yatrāste caṁdra śekharaḥ || 22 ||
Artinya:
Dewa pembawa trisula berujung tiga, Brahman yang paling utama, yaitu Śiva, adalah penyebab penciptaan, pemeliharaan, pemusnahan, penyembunyian, dan pemberi berkah. Tanpa pengukuhan-Nya, bahkan sehelai rumput pun tidak dapat dibelah oleh seseorang di mana pun juga. Dengan berpikir demikian, dalam ketakutannya, mereka ingin pergi ke tempat kediaman Śiva dan dengan demikian mereka sampai ke puncak Kailāsa di mana Tuhan yang berjambul bulan bersemayam.
Makna Luhur Filosofi Brahman
- Brahman sebagai Sang Hyang Siva
Brahman adalah Sang Hyang Siva, dengan senjata Trisula, yang bersthana di puncak Giri Kailasa, gunung tertinggi di dunia dalam wilayah Jambhu Dvipa. - Anugraha
Anugraha berarti pemberian berkah, keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan kepada seluruh umat manusia yang memiliki śraddhā atau keyakinan pada Veda. Siva dikenal sebagai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Tuhan Yang Maha Esa, serta Tuhan Yang Maha Utama. - Srṣṭiḥ (Penciptaan)
Sang Hyang Siva sebagai pencipta segala sesuatu yang ada di jagat raya:- Manusia dengan Ātman (roh yang kekal).
- Hewan dengan Jangama (makhluk yang bergerak).
- Tumbuhan dengan Sthāvara (makhluk yang diam).
- Segala sesuatu yang nampak dan tidak nampak, baik besar maupun kecil.
- Semua makhluk, siang dan malam, baik dan buruk, semuanya adalah ciptaan-Nya.
- Sthitiḥ (Pemeliharaan)
Siva sebagai pemelihara segala makhluk (sarva bhūta), segala kehidupan (sarva prāṇi), dan segala yang nyata maupun maya. Siva merawat dan memelihara ciptaan-Nya dengan penuh kasih sayang. - Saṁhāra atau Pralina (Pengembalian ke Asal)
Siva adalah penguasa kehancuran, yang mengembalikan segala sesuatu ke asalnya.- Apapun yang diciptakan dan dipelihara-Nya, suatu saat akan dikembalikan kepada-Nya.
- Siklus penciptaan dan kehancuran adalah bagian dari Maya (ilusi) atau perubahan.
- Sebaliknya, Siva adalah Nitya (kekal), Amaya (bebas dari ilusi), dan Acintya (tak terpikirkan).
Kesimpulan Filosofi Brahman
Filosofi Brahman adalah ajaran tentang Sang Hyang Siva sebagai manifestasi dari Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki tiga peran utama:
- Pencipta (Srṣṭiḥ): Menciptakan segala yang ada di alam semesta.
- Pemelihara (Sthitiḥ): Merawat dan menjaga keseimbangan kehidupan.
- Pengembali ke Asal (Saṁhāra): Mengembalikan segala sesuatu ke dalam kekosongan atau asal-Nya.
Sang Hyang Siva sebagai Brahman bersthana di Giri Kailasa, tempat tertinggi dan termulia.
“Om Namaḥ Śivāya.”
Semoga selalu rahayu.
Svāhā. Om Ksama ca Ksami.
