Dharma Pravrtti

Mutiara Weda
02/08/2025

Umat se-dharma, tiga sifat kemahakuasaan Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam menciptakan, memelihara, dan melebur, ketiganya melekat dalam perwujudan Tuhan sebagai Tri Murti. Demikian juga kelahiran (Utpati), kehidupan (Sthiti), dan kembali ke asal (Pralina) atau Tri Kona merupakan hukum kodrat Tuhan (Ŗta) bagi setiap yang hidup di alam semesta ini.

Pada dasarnya, hakikat keadaan terlahir menjelma menjadi manusia mengikuti siklus waktu: menunggu masa kanak-kanak, masa kanak-kanak menunggu masa muda, masa muda menunggu masa tua, dan setelah masa tua tiba, akan menanti kematian untuk kembali pada pangkuan Ibu Pertiwi sebagai bagian dari siklus kehidupan.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu dalam proses samsara menjalani kehidupan, kita hendaknya selalu berusaha melakukan perbuatan berdasarkan ajaran kebenaran, yaitu Dharma Pravrtti. Niscaya, dengan demikian, umat sedharma akan selalu berada pada jalan Dharma dan dapat menuju kebahagiaan secara sekala maupun niskala nantinya — baik Jagadhita maupun Mokṣa.
(Sarasamuccaya 29 dan Weda Saṁhitā)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Jangan Biarkan Benih Kebencian Ada dalam Diri

    Mutiara Weda11/01/2025 Umat se-dharma, jika direnungkan, membangun sebuah hubungan Menyama-Mebraye & ikatan persahabatan dengan sesama umat manusia dan makhluk ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa lainnya sangatlah penting. Vasudhaiva Kutumbakam dengan hidup secara berdampingan, saling asah, asih, dan asuh dalam suatu persahabatan. Hubungan akan stabil manakala norma-norma agama, etika, sopan santun, dan tata krama menjadi…

  • Kesiapan akan Kebangkitan Hindu

    Mutiara Weda Yogyakarta, 10/07/2026 Umat Se-dharma, faktor yang sangat penting dalam menyongsong kebangkitan Hindu adalah kesiapan akan penguatan agem-ageman dalam beragama Hindu. Adapun yang menjadi benih atau cikal bakal penguatan tersebut terletak pada kuatnya agem-ageman dalam bentuk Śraddhā. Manakala kurangnya keyakinan, bingung, bahkan ragu terhadap agamanya, dapat dipastikan rapuhnya pondasi agama yang berdampak pada rapuhnya…

  • Bangun Kebersamaan Umat Hindu

    Mutiara Weda Yogyakarta, 2 Juli 2026 Umat Se-dharma, dalam Kitab Suci Weda diungkapkan: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, berpikirlah bersama-sama, dan rumuskanlah sesuatu untuk tujuan bersama.” Ajaran ini mengajarkan kepada umat Se-dharma agar senantiasa bersinergi dan bersatu dalam mencapai tujuan bersama. Sahṛdayaṃ sāmanasyaṃ avidveṣaṃ kṛṇomi vaḥ. Ida Sang Hyang Widhi Wasa menganugerahkan ketulusan hati,…

  • Orang Jahat Seluruh Tubuhnya Beracun

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/07/2025 Umat Se-dharma, dalam sesanti ada menyebutkan: binatang kalajengking memiliki racun yang terletak di ekornya, begitu pula binatang ular memiliki racun berbisa yang terletak di taringnya. Berbeda halnya dengan orang yang licik, picik, dan jahat — seluruh tubuhnya diliputi oleh racun yang sangat berbisa. Melakukan tindakan kejahatan atau perbuatan buruk (Asubha Karma) dapat…

  • Kendalikan Indriya

    Mutiara WedaYogyakarta, 11/09/2025 Umat se-dharma, kesucian batin akan dapat terwujud manakala memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula, kesucian diri akan dapat membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan keyakinan spiritual akan dapat mewujudkan kebenaran sejati Sanatana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi, yaitu hukum Rta ataupun hukum Karma,…

  • Filosofi Muni

    Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah topik mengenai Muni artinya pertapa, bijaksana, pandita. Mari dipahami dengan saksama ajaran luhur pada pustaka suciSĀRASAMUCCAYA – SLOKA 505 yang dikutip sebagai berikut ini: “duhkheṣvanudvignamanāh sukheṣu vigataspṛhah, vītaṣoka bhaya krodhah sthira dhīmuni ruṣyate.Sang kinahananing kaprajnān ngaranira, tan alara yan panēmu duhkha, tan agirang yan panēmu sukha, tātan kataman krodha,…