Viśuddha Karma

Mutiara Weda
Yogyakarta, 22/04/2026

Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda disebutkan bahwa sesungguhnya setiap manusia memiliki kebebasan untuk menentukan kehendaknya, sekaligus bertanggung jawab penuh atas setiap perbuatannya sendiri (svatantra kartā). Demikian pula, tidak ada satu pun manusia yang dapat luput dari kerja walau hanya sesaat; oleh hukum alam, manusia senantiasa terdorong untuk bekerja.

Kualitas perbuatan menentukan kehidupan saat ini maupun kehidupan di masa yang akan datang. Bahkan, sekecil apa pun perbuatan yang dilakukan, apabila dilandasi dengan hati yang tulus (lascarya), akan membawa kebaikan yang besar.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, mantapkan kualitas śraddhā dan bhakti dengan melaksanakan kerja tanpa keterikatan, yaitu viśuddha karma. Dengan demikian, akan terwujud pencapaian tertinggi, yakni mokṣa (kelepasan), terbebas dari segala keterikatan. Bekerjalah sebagai suatu kewajiban dengan landasan untuk kesejahteraan bersama (sarvodaya).

Niscaya, seseorang akan terhindar dari perbuatan karma buruk (vikarma).
(Ślokāntara Śloka 19.4 & Bhagavadgītā V.10)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Acetasah (BG. III.32)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI(MUTIARA KATA DHARMA) 13 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Acetasah (BG. III.32) Acetasah adalah orang yang tidak memiliki kecerdasan untuk memilah. Umat Hindu hendaknya menguasai ilmu pengetahuan tentang kemampuan memilah, yaitu jñāna viveka. Seperti halnya angsa ketika mencari makanan di air yang keruh. Angsa mampu memilah mana makanan yang layak dimakan dan mana…

  • Filosofi Sṛṣṭir Āditah

    Palangka Raya, 30.9.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan tentang filosofi Sṛṣṭir Āditah (ciptaan alam ini). Mari dipahami ajaran luhung tentang ciptaan alam ini secara ekoteologi bernilai pendidikan Hindu pada pustaka suci Mānava Dharmaśāstra sloka I.78 yang dikutip sebagai berikut: jyotiṣaś ca vikurvāṇād āpo rasaguṇaḥ smṛtāḥadbhyo gandha guṇa bhūmir ityeṣā sṛṣṭir āditaḥ Terjemahan:“Demikian pula dari sinar…

  • Konsep Ngayah Bentuk Karma Suci

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/11/2024 Umat Sedharma,Dalam pustaka suci ada menyebutkan Kurvan eveha karmani, jijiviset satam samah,… dst. Sesungguhnya hakikat hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini adalah untuk melakukan kerja. Bekerja sebagai suatu kewajiban dan kebajikan. Berbuatlah hanya demi kewajiban, bukan hanya hasil perbuatan yang selalu terpikirkan, jangan semata-mata pahala menjadi motifnya, sebuah konsep Ngayah dalam…

  • Ketulusan Landasan dalam Mekarma

    Mutiara WedaYogyakarta, 26/03/2026 Umat sedharma, jika direnungkan dalam susastra tersurat bahwa dalam menjalankan Tri Kaya Sandhi (tiga penyucian pikiran, perkataan, dan perbuatan), perbuatan atau persembahan janganlah semata-mata hanya karena mengharapkan hasil atau pahalanya. Memang terasa sulit didapati di zaman ini melakukan perbuatan tanpa dilandasi keinginan akan pahala. Demikian pula halnya dengan ajaran-ajaran Veda yang dipelajari…

  • Pentingnya Membangun Soliditas

    Mutiara Weda16/02/2026 Umat Sedharma, dalam pustaka suci Weda Saṃhitā ada mengungkapkan: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, pikirkan bersama-sama, dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama.” Ajaran ini mengajarkan kepada kita umat Sedharma untuk selalu bersinergi dan bersatu guna mencapai tujuan bersama. Sahṛdayaṃ saṃmanasyam avidveṣaṃ kṛṇomi vaḥ … dan seterusnya. Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan…

  • Jñānatapasaḥ (BG IV.10)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)3 Agustus 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Jñānatapasaḥ (BG IV.10) Jñānatapasaḥ adalah orang-orang bijaksana yang taat. Jadilah pribadi yang bijaksana dan taat pada Dharma serta ajaran agama, dengan memahami ajaran Hindu dan mengamalkan nilai-nilai sucinya sebagai pedoman dalam menuntun kehidupan yang mulia. Taat terhadap Dharma juga diwujudkan melalui kepatuhan kepada negara,…