Yajña Tiang Penyangga Pura
Mutiara Weda
Yogyakarta, 24/04/2026
Umat sedharma, dalam susastra tersurat: yasyāṃ sadoha vṛdhane yūpo yasyāṃ nimīyate… yang mengandung makna bahwa di tempat suci (pura) tempat dipancangkannya yūpa (tiang upacara yajña), di sanalah Ida Sang Hyang Widhi Wasa berkenan hadir menganugerahkan keselamatan jiwa dan ketenangan batin.
Melaksanakan yajña suci, khususnya pañca mahā yajña, merupakan sarana bagi umat Hindu untuk menumbuhkan jiwa yang selaras dengan nilai-nilai ajaran agama, sekaligus sebagai wujud bhakti dan rasa angayubagya (syukur) atas anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, sudah menjadi kewajiban untuk melaksanakan upacara yajña guna membangun kesucian jiwa serta menghadirkan Tuhan dalam diri. Sebagaimana tersirat dalam mantra: soma rārandhi no hṛdhi gāvo na… (semoga sinar suci bersemayam dalam hati).
Niscaya, umat sedharma akan senantiasa eling (ingat) akan jati dirinya, sehingga tercapai kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan, serta meningkatnya kualitas rohani menuju kedamaian batin.
(Atharvaveda XII.1.38, hal. 244)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta
