Sinergikan Pikiran & Bangun Kebersamaan

Mutiara Weda
Yogyakarta, 17/09/2026

Umat Sedharma, dalam pustaka suci Weda Saṁhitā diungkapkan ajaran: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, berpikirlah bersama-sama, dan rumuskanlah sesuatu untuk mencapai tujuan bersama.” Ajaran ini mengingatkan kita, umat Sedharma, untuk senantiasa bersinergi, bersatu, dan membangun kebersamaan guna mencapai tujuan bersama.

“Saṁhrdayam Sāṁmanasyam, Avidveṣam Kṛṇomi Vaḥ …” dst.

Rasa persatuan dapat dibangun dan tumbuh apabila terwujud keserasian, sinergisitas, dan kebersamaan, terutama dalam pikiran. Apabila pikiran dapat disinergikan, akan tumbuh dan berkembang cinta kasih serta semakin kokoh persatuan umat Hindu.

Oleh karena itu, marilah kita sebagai umat Hindu membangun kebersamaan dan persatuan, serta senantiasa bersinergi satu sama lain. Satukan pikiran, satukan tujuan, dan bangun keserasian melalui prinsip “Sam Vo Manāṁsi, Sam Vratā”. Niscaya, dengan keserasian dan kebersamaan, akan terbangun kerukunan umat Hindu menuju persatuan dan kedamaian (Medharma Santi) nantinya.

(Ṛg Veda X.191.2)

Mangku Gede Made Worda N
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Selalu Berpikiran Positif

    Mutiara WedaYogyakarta, 27/04/2026 Umat sedharma, tingkat getaran pikiran atau intuisi menentukan kualitas spiritual seseorang. Pikiran menjadi pemeran utama yang dapat membawa manusia ke dalam siklus kelahiran kembali (saṃsāra) maupun menuju kelepasan (mokṣa). Dalam ajaran suci dinyatakan: mana eva manuṣyāṇāṃ kāraṇaṃ bandha mokṣayoḥ (pikiran adalah penyebab keterikatan dan juga kebebasan). Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam memasukkan…

  • Bangkitkan Bhūṣaṇa dalam Diri

    Mutiara Weda27/03/2026 Umat sedharma, jika kita renungkan, tatkala kesadaran diri melebur dengan kesadaran sejati, yakni Yang Maha Agung, maka yang tersisa hanyalah kebahagiaan tanpa batas. Membangun kecerdasan sangatlah penting bagi setiap umat manusia, dengan menempatkan kecerdasan intelektual sebagai dasar, yang diperhalus oleh kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual, menuju pada kesadaran sejati dengan bhūṣaṇa sebagai pengikatnya….

  • Filosofi Shishu Màsà

    Disajikan topik Filosofi Shishu Màsà yang artinya masa bayi. Mari dipahami upaya pembelajaran terhadap masa bayi dalam pustaka suci MĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA II-34 yang dikutip sebagai berikut ini: “चतुर्थे मासि कर्तव्यं शिशोर्निष्क्रमणं गृहात्षष्ठे ऽन्न प्राशनं मासि यद् वेष्टं मङ्गलं कुलेcaturthe māsi kartavyaṁ śiśor niṣkramaṇaṁ gṛhātṣaṣṭhe ’nna prāśanaṁ māsi yad veṣṭaṁ maṅgalaṁ kule” Artinya:Pada bulan keempat harus…

  • Kesadaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 02/05/2026 Umat Sedharma, dalam susastra diungkapkan: Agne tapas tapyāmahe,upa tapyāmahe tapaḥ. Sesungguhnya kesadaran dan kemampuan digunakan untuk mengekang seluruh indria guna menghasilkan pengetahuan rohani. Membangun sifat kedewataan, yaitu sifat yang penuh dengan kebajikan, dengan menghapus niat buruk menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu membangun kekuatan kedewataan dengan menyelaraskan dan…

  • Beragama Jangan Lepas dari Ageman

    Mutiara Weda05/01/2026 Umat se-dharma,faktor yang sangat penting dan menjadi benih atau cikal bakal dalam penguatan kehidupan beragama bagi umat Hindu sesungguhnya adalah agem-ageman (pegangan/keyakinan) dalam bentuk śraddhā (iman/keyakinan). Apabila keyakinan melemah—muncul kebingungan bahkan keraguan terhadap agama—dapat dipastikan rapuhnya pondasi beragama yang berdampak pula pada lemahnya pemahaman inti sari ajaran agama. Pemahaman ajaran agama secara benar…