Filosofi Asta Prakrti

Oleh: I Ketut Subagiasta

Disajikan uraian ekoteologi dengan topik Asta Prakrti, artinya delapan sifat alami, dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.4 yang dikutip sebagai berikut:

yatatām api siddhānām
kaścin mām vetti tattvataḥ
॥ 7.3 ॥
bhūmir āpo ‘nalo vāyuḥ
khaṁ mano buddhir eva ca,
ahaṅkāra itīyaṁ me
bhinnā prakṛtir aṣṭadhā
॥ 7.4 ॥

Artinya:
“Tanah, air, api, udara, ether, pikiran, budhi, dan ego merupakan delapan unsur alam-Ku yang terpisah.”

Ada makna ekoteologi filosofi Asta Prakrti yang dapat disajikan sebagai berikut:

  1. Bhūmih yakni tanah.
    Maknanya bahwa tanah harus dilestarikan, jangan sampai tandus.
  2. Āpah yakni air.
    Maknanya bahwa air harus dijaga kelestariannya. Air jangan sampai tersumbat yang dapat berdampak pada banjir besar, menggenangi desa, kota, serta berbagai tempat lain, sehingga membahayakan manusia dan merusak lingkungan.
  3. Analo artinya api.
    Maknanya bahwa api wajib dikendalikan secara harmonis. Api bisa membakar alam, rumah, lahan, hunian, dan menghanguskan isi lingkungan sekitarnya.
  4. Khaṁ yakni langit atau ether.
    Maknanya langit harus dijaga kondisinya, jangan sampai tertutup kabut asap tebal, agar langit tetap cerah dan bermanfaat sebagai lintasan udara yang segar.
  5. Vāyu yakni angin.
    Maknanya bahwa angin adalah sumber napas segar. Angin jangan sampai tercemar oleh polusi.
  6. Manah yakni pikiran.
    Maknanya bahwa pikiran adalah sumber inspirasi manusia sebagai idep untuk berpikir cerdas.
  7. Buddhi yakni intelek atau akal budi.
    Maknanya bahwa akal adalah sarana dan strategi untuk meraih kemajuan bersama. Pikiran wajib positif dan jernih.
  8. Ahaṁkāra yakni ego atau keakuan.
    Maknanya bahwa ego wajib dikendalikan dengan baik. Ego jangan dilepaskan bebas supaya hidup tetap aman dan nyaman.

Intinya, ada delapan sifat alami yang harus dijaga secara ekoteologi, agar manusia senantiasa dianugerahi rahayu oleh Tuhan Yang Maha Esa menuju damai lahir batin.

Semoga semua berbahagia dan sejahtera.
Kṣama ca Kṣami.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Ketulusan dalam Bhakti

    Mutiara WedaYogyakarta, 28/06/2025 Umat Sedharma,Dalam pustaka suci Weda Samhita disebutkan:“Sata hasta sama hara, sahasrahasta sam kira”,yang mengajarkan umat Hindu untuk menjalankan Punia Bhakti dengan ketulusan hati melalui seribu tangan. Sikap tulus ikhlas, murah hati, dan suka menolong berupa pemberian atau Punia Bhakti merupakan sikap bijak yang perlu dibangun oleh setiap umat manusia sebagai bentuk implementasi…

  • Ahaṃkāra Jñāna

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/04/2027 Umat sedharma, sesungguhnya pikiran atau manaḥ merupakan penyebab penderitaan dan kesengsaraan apabila dibelenggu oleh hawa nafsu, yaitu ahaṃkāra jñāna (ego yang diliputi ketidaktahuan). Sebaliknya, apabila pikiran bersih dan suci, tidak diliputi kekacauan, serta bebas dari berbagai kecemaran, maka keadaan tersebut mencerminkan sāttvika vidyā (pengetahuan yang murni). Inilah hakikat kedamaian dalam ajaran Hindu….

  • Filosofi Yajñe Vadha

    Palangka Raya, 23.9.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah uraian filosofi Yajñe Vadha, artinya penyembelihan hewan untuk upacara agama. Mari dimaknai nilai luhur Yajñe Vadha dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra V.39 yang dikutip sebagai berikut: यज्ञार्थम् पशवः सृष्टाः स्वम् एव स्वयंभुवा ।यज्ञोऽस्य भूत्यै सर्वस्य तस्माद् यज्ञे वधोऽवधः ॥yajñārtham paśavaḥ sṛṣṭāḥ svam eva svayaṁbhuvā,yajño ’sya bhūtyai…

  • Filosofi Mahadewa

    Disajikan dengan topik Filosofi Mahadewa: artinya Dewa penganugerah Sarwa Bijaksana yang paling utama. Mari dipahami ajaran mulia pada pustaka suci Śiva Purāṇa – 1.24.89-90 yang dikutip sebagai berikut: “अकारो गार्हपत्याग्निर्भूधर्मश्च रजोगुणः ।ऋग्वेदश्च क्रियाशक्तिः प्रातःसवनमेव च ॥ ८९ ॥महदेवश्च रेखायाः प्रथमायाश्च देवता ।विज्ञेया मुनिशार्दूलाः शिवदीक्षापरायणैः ॥ ९० ॥akāro gārhapatyāgnirbhūdharmaśca rajoguṇaḥ |ṛgvedaśca kriyāśaktiḥ prātaḥsavanameva ca || 89…

  • Hiranyagarbha

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/05/2025 Umat Se-Dharma,Jika disadari, sesungguhnya setiap umat manusia tidak akan pernah lepas dari tiga siklus alur kehidupan: Utpeti, Sthiti, dan Pralina (kelahiran, kehidupan, dan akhirnya menuju kematian atau kembali ke asal), sebagai tiga kemahakuasaan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tri Kona. Setiap manusia hidup ke dunia ini memiliki tenaga atau kekuatan yang…

  • Filosofi Kavayah

    Palangka Raya, 31.10.2025 Disajikan sebuah topik filosofi Kavayah, artinya para pendeta atau orang suci. Mari dipahami ajaran luhur dalam Bhagavad Gītā XVIII.2 yang dikutip sebagai berikut: “श्रीभगवानुवाचकाम्यानां कर्मणां न्यासं संन्यासं कवयो विदुः ।सर्वकर्मफलत्यागं प्राहुस्त्यागं विचक्षणाः ॥ १८-२॥śrī bhagavān uvāca:kāmyānāṁ karmaṇāṁ nyāsaṁ saṁnyāsaṁ kavayo viduḥ,sarva-karma-phala-tyāgaṁ prāhus tyāgaṁ vicakṣaṇāḥ.” Artinya:Śrī Bhagavān bersabda:Para pandita menyatakan saṁnyāsa sebagai meninggalkan…