Harmoniskan Unsur Trigunatattva dalam Diri

Mutiara Weda

Yogyakarta, 23/10/2026

Umat se-Dharma, orang-orang bijak mengatakan: di zaman Kaliyuga ini, musuh yang paling utama bukan orang lain, melainkan diri sendiri akibat dari ketidakmampuan menyinergiskan unsur Tri Guna, Satvam dan Tamas dalam diri.

Kesabaran dan kedamaian serta ketabahan (Ksama) merupakan sifat bijak serta mulia yang harus tertanam dan terjaga pada diri setiap umat Hindu guna meningkatkan kualitas rohani menuju tingkatan spiritualitas yang mengandung kekuatan dalam membangun kerukunan umat Hindu. Segala sifat keras hati yang penuh ego hanya bisa dikalahkan dengan sikap amulāt sarīra, anyekung jñāna, dan mengendalikan diri Suluh nikang Prabha.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, mari bangun kedamaian dan keharmonisan mulai dalam diri masing-masing. Tingkatkan kualitas rohani dengan pengekangan dan pengendalian diri (Tapa) dan tampakkan kepribadian yang lebih satwika dengan jalan melatih Vak, Manah, dan Kaya, dengan jalan menyinergiskan unsur Trigunatattva dalam diri.

Niscaya kedamaian dan kerukunan dalam hidup akan dapat terwujud sebagai landasan menuju Maha Samadhi atau alam kamoksan nantinya.

(BG. 37–40 & Serat Witaradya)

Mangku Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Mebrata: Bentuk Janji atas Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 26 Juli 2026 Umat Sedharma, Jika kita renungkan, selama ketidakjujuran menjadi dasar dalam setiap perbuatan, dapat dipastikan bencana dan malapetaka akan menimpa, sehingga seseorang tidak mampu melepaskan diri dari belenggu ikatan duniawi. Sebaliknya, apabila ketulusan hati (Arjawa) dijadikan landasan dalam berpikir, bertutur kata, dan berbuat, niscaya akan diperoleh kekuatan pikiran yang luhur. Sesungguhnya,…

  • Suluh Kehidupan

    Mutiara WedaYogyakarta, 10/06/2025 Umat Se-Dharma, Di dalam sastra suci Hindu diungkapkan bahwa tidak ada sahabat yang lebih tinggi daripada pengetahuan, dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat. Demikian pula, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib, karena nasib tidak tertahankan oleh siapa pun. Melakukan perbuatan baik (Subha Karma) dan mensinergikan antara pikiran,…

  • Jadikan Doa Sebagai Benteng

    Mutiara WedaYogyakarta, 16/09/2025 Umat se-dharma, umat Hindu memiliki keyakinan bahwa memuja kebesaran, keagungan, dan kemuliaan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Ida Sang Hyang Parama Kawi adalah suatu kewajiban (Nama Smaraṇam). Serta, selalu mendekatkan dan berpasrah diri ke hadapan-Nya dengan memancarkan doa-doa pujaan sebagai Kavaca (pagar pelindung) dalam diri masing-masing. Pengucapan doa-doa pujaan atau…

  • Sentuhan Indria Perlu Diatur

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/09/2025 Umat sedharma, sifat keterikatan (rāga) dan kebencian (dveṣa) yang sering menggerogoti jiwa umat manusia sangat dipengaruhi oleh pengaturan sentuhan-sentuhan indria (indriya) dengan obyek indria. Bila tidak dikendalikan, kedua sifat tersebut akan mempermudah terwujudnya kesadaran diri (ātma-jñāna). Bagi mereka yang jiwanya selalu dipengaruhi oleh rasa benci, iri hati, dan sejenisnya, sesungguhnya adalah orang…

  • Sat, Cit, Ānanda Brahman

    Mutiara Weda31/12/2025 Umat se-dharma,dalam pustaka suci Weda diajarkan untuk selalu setia, jujur, dan memegang teguh kebenaran sebagai jalan menuju ketenangan dan kedamaian batin, Parama Śāntiḥ (kedamaian tertinggi). Kebenaran dan kejujuran merupakan sifat sekaligus hakekat ketuhanan, yaitu Sat, Cit, Ānanda Brahman, sebagai bagian dari dasar keyakinan (śraddhā) dalam ajaran agama Hindu. Kesetiaan dan kejujuran itu tidak…

  • Orang Tua: Dewa dalam Keluarga

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/07/2025 Umat se-Dharma, dalam ajaran agama Hindu, kedua orang tua (bapak dan ibu) memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan mulia. Seorang ibu yang melahirkan, membesarkan, dan membimbing sang anak diibaratkan sebagai Dewa dalam keluarga — Pitṛ Deva Bhava. Orang tua merupakan sarana terciptanya tubuh ini dan menjadi Dewa sekala bagi sang anak. Maka,…