Akasah (Taitiriya Up I.6.1)

Mutiara Kata Dharma Sabdhanam Moukika

Tgl. 23.10.2026

Oleh I Ketut Subagiasta

Akasah artinya bersinar. Jagat gelap atau timira tanpa ada sinar atau acahya. Sang Hyang Akasa dengan Sang Hyang Indra anugrahi bumi hujan atau varsat supaya gelap sirna dari asap pekat atau ghanah dhumah. Sarva manuse bisa beraktivitas yang layak dalam sinar terang gemilang atau sucahya. Hyang Akasa dan Hyang Indra anugrahi jagat raya dengan anugerah mulia bersinar keteduhan. Kabut sidha purna. Rahayu. Dhanyavadam. Svaha.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Kebahagiaan Sāttvika

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/02/2026 Umat Sedharma, tujuan hidup menjelma menjadi manusia sesungguhnya adalah untuk mendapatkan kebahagiaan, baik kebahagiaan sekala (nyata) maupun kebahagiaan niskala (rohani) nantinya, dengan menempatkan kesucian pikiran menjadi barometer dalam mencapainya. Kebahagiaan jika dilihat dari sifatnya dapat diklasifikasikan dalam tiga bentuk yaitu: kebahagiaan yang timbul dari hubungan antara indra dengan objek duniawi disebut dengan…

  • Filosofi Panca Suna Grhasthasya

    Palangka Raya, 13.7.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah ajaran luhur dengan topik utama Panca Suna Grhasthasya, artinya seorang kepala rumah tangga memiliki lima macam penyembelihan, sesuai ajaran luhung pada pustaka suciMĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA III-68, yang dikutip sebagai berikut: “पञ्च सूना गृहस्थस्य चुल्ली पेषण्यु पस्करःकण्डनी चोदकुम्भश्च बध्यते यास्तु वाहयन्”pañca sūnā gṛhasthasya cullī peṣaṇyu paskaraḥkaṇḍanī codakumbhaśca badhyate…

  • Bersahabatlah dengan Kesabaran

    Mutiara Weda Yogyakarta, 08/05/2026 Umat se-dharma, jika dicermati, hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini ibarat cakra manggilingan yang terus berputar silih berganti; terkadang berada di atas dan terkadang berada di bawah, penuh dengan berbagai cobaan dan tantangan hidup. Ibarat seorang peselancar di samudera luas, tanpa adanya ombak yang ganas, ia tidak akan pernah mengetahui…

  • Sanātana Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/04/2026 Umat sedharma, dalam sesanti Hindu tersurat bahwa kesucian batin akan terwujud apabila seseorang mampu mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Kesucian diri tersebut akan membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan. Selanjutnya, dengan keyakinan spiritual, akan terwujud kebenaran sejati, yaitu sanātana dharma (kebenaran abadi). Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi, yaitu ṛta (tatanan kosmis)…

  • Upalaksana (SS. 140)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)21 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Upalaksana (SS. 140) Upalaksana berarti perbuatan jahat yang dapat menjadi sumber bencana besar. Bencana dapat terjadi akibat ulah jahat manusia itu sendiri. Ibarat seekor kijang yang melahirkan satu anak dan merawatnya dengan baik, sedangkan seekor serigala yang melahirkan enam sampai tujuh anak justru memakan anak-anaknya…

  • Dharma Intisari Dunia

    Mutiara Weda Yogyakarta, 16/10/2025 Umat sedharma, dalam śāstra Hindu disebutkan: Satyān nāsti paro dharmaḥ, nānṛtaṁ pāpakaṁ param“Tidak ada Dharma yang lebih tinggi daripada kebenaran (Satya), dan tidak ada dosa yang lebih rendah daripada dusta.” Dimana ada Satya, di sana pasti ada Dharma. Kebenaran dan kebajikan tidak dapat dipisahkan, keduanya selalu berdampingan sebagai Satya–Dharma. Hilang dan…