Selaras Dalam Berpikir

Mutiara Weda
Yogyakarta, 24/09/2026

Umat Sedharma, Manah atau pikiran merupakan sinar cahaya yang dapat mengembara ke mana-mana. Pikiran membimbing dan menuntun seluruh perilaku atau tindakan, menjadi sumber pengetahuan, serta berperan sebagai perantara atau penghubung yang paling cepat.

Pikiran merupakan penentu terhadap baik atau buruknya seseorang. Pikiran menjadi perantara yang paling cepat, mengawasi seluruh indria, serta menjadikan niat dan tekad sebagai intisari pikiran.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita menumbuhkan nilai-nilai kebajikan (Satyam, Sivam, dan Sundaram) dalam diri dengan mendudukkan pikiran di dalam hati. Selaraskan pikiran dan intelek melalui ajaran “Yunjate Mana Uta Yunjate Dhiyah.” Niscaya akan terbangun kedamaian dalam pikiran, Manah Santih.

(Ṛg Veda V.81.1)

Mangku Gede Made Worda N
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Phala (BG XVII.21)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)26 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Phala (BG XVII.21) Phala berarti pahala atau hasil dari suatu perbuatan. Dānam atau pemberian hendaknya dilakukan dengan tulus, tanpa rasa kesal, dan dilandasi kesucian hati. Pemberian yang mengharapkan imbalan menunjukkan sifat rajas, sedangkan pemberian yang dilakukan dengan penuh ketulusan merupakan wujud sifat sattwam. Baik…

  • Ahaṅkāra Jñāna

    Mutiara WedaYogyakarta, 23/05/2026 Umat sedharma, jika direnungkan, manah (pikiran) sesungguhnya merupakan penyebab dari penderitaan dan kesengsaraan tatkala pikiran dicemari oleh hawa nafsu serta berbagai kekotoran Ahaṅkāra Jñāna. Apabila pikiran itu bersih dan suci, tidak dihinggapi kekacauan, tidak dibelenggu oleh hawa nafsu serta berbagai kecemaran, melainkan dipenuhi Sāttvika Vidyā (pengetahuan yang suci), itulah sesungguhnya hakikat kedamaian…

  • Filosofi Om Tat Sat

    Palangka Raya, 13.5.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah topik Filosofi Om Tat Sat, yang berarti tiga aspek lambang Brahman, Tuhan Yang Maha Esa. Mari dipahami ajaran luhur tentang ketuhanan Hindu pada pustaka suci Bhagavad Gītā XVII-23 yang dikutip sebagai berikut: “ओं तत्सदिति निर्देशः ब्रह्मणस्त्रिविधः स्मृतः ।ब्राह्मणास्तेन वेदाश्च यज्ञाश्च विहिताः पुरा ॥ १७-२३॥oṁ tat sad…

  • Paramāṁ Gatim (BG VIII.21)

    DHARMAŚABDANĀM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA) Oleh I KETUT SUBAGIASTA Paramāṁ Gatim (BG VIII.21) Paramāṁ Gatim adalah tujuan tertinggi. Fokuslah kepada Avyakta Akṣara atau Hyang Widhi yang kekal abadi. Sesungguhnya semua ciptaan di dunia ini tidak abadi. Fokuslah menuju tujuan tertinggi untuk mencapai Sang Hyang Niskala (Tuhan Yang Maha Esa yang tidak termanifestasi). Bagikan ke:

  • Tiga Siklus Hidup Manusia

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/12/2025 Umat se-dharma,bila disadari, sesungguhnya setiap umat manusia tidak pernah lepas dari tiga siklus alur proses kehidupan, yaitu utpatti (kelahiran), sthiti (kehidupan), dan pralīna (peleburan/kembali ke asal)—sebagai tiga kemahakuasaan Ida Saṅ Hyang Widhi Wasa yang dikenal sebagai Tri Koṇa (tiga proses kosmis). Setiap manusia yang hidup di dunia ini memiliki tenaga atau kekuatan…