Drstha yang Mendasari Kebhinekaan dalam Hindu

Mutiara Weda
Yogyakarta, 07/10/2026

Umat se-Dharma, dalam pustaka suci ada disebutkan:

Śrutis tu Vedo vijñeyo Dharmaśāstram tu vai Smṛtiḥ,
te sarvārtheṣv amīmāṁsye tābhyāṁ Dharmo hi nirbabhau.

Artinya: yang dimaksud dengan Śruti adalah Veda dan Smṛti adalah Dharmaśāstra. Kedua pustaka suci ini menjadi sumber Dharma dan menjadi landasan dalam memahami serta menjalankan ajaran Dharma.

Hindu yang membumi dalam kebhinekaan bukan berarti memiliki kitab suci yang berbeda-beda, atau perbedaan yang tanpa dasar. Kebhinekaan juga bukan kebebasan atau perbedaan tanpa batas, melainkan kebhinekaan yang didasari dan diwarnai oleh sumber Dharma berupa Sistācāra maupun Ātmanastuṣṭi, dengan pustaka suci Veda sebagai bingkainya, baik Veda Śruti maupun Veda Smṛti, yang diyakini sebagai sumber kebenaran.

Demikian pula, dasar keyakinan Hindu adalah Pañca Śraddhā, sedangkan pokok-pokok ajarannya tercermin dalam Tri Kerangka Dasar Agama Hindu sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan beragama.

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat Hindu untuk memantapkan kualitas Śraddhā dengan pemahaman yang benar terhadap pokok-pokok ajarannya. Kebhinekaan yang berlandaskan falsafah Bhinneka Tunggal Ika memungkinkan adanya perbedaan suku, budaya, Desa, Kāla, Patra, Sistācāra, maupun Ātmanastuṣṭi sebagai bagian dari keberagaman, dengan tetap berlandaskan Pustaka Suci Veda sebagai nilai dasar.

Niscaya akan terbangun umat Hindu yang damai, rukun, dan harmonis.
(MDS. II.10)

Mangku Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sevaka Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 14/07/2025 Umat Sedharma, dalam sastra ada tersurat bahwa dilahirkan hidup menjelma menjadi manusia, ingkar akan pelaksanaan Dharma, bahkan bingung dengan agamanya, apalagi hanya mengejar kenikmatan, kepuasan duniawi, serta berhati tamak — orang semacam ini disebut Jadma Kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya hidup menjelma menjadi manusia sangatlah utama, suatu kesempatan untuk memperbaiki / membenahi…

  • Ahning Maneb Manah Nira

    Mutiara WedaYogyakarta, 15/10/2025 Umat Sedharma, dalam susahstra ada disebutkan: “Dve karmāṇi naraḥ kurvan iha loke mahīyate.”Ada dua macam perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi bijak dan mulia, yaitu tidak sekali-kali mengucapkan perkataan kasar (tan ujar ahala) dan tidak sekali-kali berniat melakukan perbuatan jahat dan tercela. Perbuatan dan perkataan yang mengandung niat jahat tiada ubahnya seperti membidik…

  • Belajar Menyikapi Proses Kehidupan

    Mutiara Weda Yogyakarta, 11/07/2026 Umat Sedharma, dalam pustaka suci diungkapkan bahwa tidak ada kekayaan yang menyamai keluhuran pengetahuan. Begitu pula, tidak ada musuh yang sejahat kemarahan (krodha), tidak ada kesengsaraan yang menyamai kelobaan, dan tidak ada kebahagiaan yang menyamai kemampuan diri dalam melepaskan ikatan nafsu-nafsu (tyāga). Melepaskan diri dari cengkeraman nafsu menjadi suatu keharusan pada…

  • Suluh Kehidupan

    Mutiara Weda27/09/2025 Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda tersurat bahwa tidak ada sahabat yang lebih tinggi daripada pengetahuan, dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat. Demikian pula, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib, karena nasib tidak tertahankan oleh siapapun. Melakukan perbuatan baik (Subha Karma) serta mensinergiskan pikiran, perkataan, dan perbuatan, sambil…

  • Subhakarma (SS. 21)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)9 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Subhakarma (SS. 21) Subhakarma adalah perbuatan baik. Berbuat baik akan menghasilkan pahala yang baik. Kelak, apabila meninggal dunia, seseorang akan memperoleh svarga. Apabila menjelma kembali, disebut Svargacyuta. Ciri-ciri orang yang terlahir dari svarga, antara lain: a) Rupawan, yakni orang yang berwajah cantik atau tampan.b)…

  • Moghaṁ Sa Jīvati (Bhagavadgītā III.16)

    DHARMAŚABDANAM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)26 Juni 2026 Oleh I Ketut Subagiasta Moghaṁ Sa Jīvati berarti “ia hidup sia-sia”. Oleh karena itu, marilah menjalani hidup yang penuh makna dan manfaat. Hindarilah bunuh diri, jauhilah segala bentuk perbuatan buruk, hindarilah perkataan yang menyinggung perasaan orang lain, serta bersihkan pikiran dari hal-hal yang negatif. Hidup ini adalah anugerah…