Aparājitaḥ (BG I.17)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
20 Juli 2026

OLEH I KETUT SUBAGIASTA

Aparājitaḥ (BG I.17)

Aparājitaḥ berarti yang tidak terkalahkan. Dalam era kompetisi, siapa pun yang menjadi yang terbaik (śreṣṭha) akan memiliki peluang untuk menjadi yang unggul, yang utama, atau parameśvāsah. Meraih predikat sebagai pribadi yang tidak terkalahkan tentu merupakan hal yang baik. Namun, hendaknya tetap mengedepankan persatuan umat manusia secara universal, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga kehormatan.

Bersatu kita utuh, berkelahi kita runtuh.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Rahasyajñāna

    Rahajeng Hari Suci Pagerwesi, Dumogi Ajeg dalam Mengemban Dharma Mutiara WedaYogyakarta, 10/09/2025 Umat se-dharma, pustaka suci Weda yang menjadi pegangan, pedoman, dan tuntunan bagi umat Hindu sering juga disebut dengan nama Kitab Rahasia, karena di dalamnya banyak mengandung ajaran yang bersifat rahasia (rahasyajñāna). Untuk memudahkan memahami isi kandungan pustaka suci Weda, Maha Rsi Walmiki melalui…

  • Kebenaran Dharma Tertinggi

    Mutiara WedaYogyakarta, 22/02/2026 Umat Sedharma, dharma merupakan kewajiban suci yang harus didengar, dipahami, dan dilaksanakan tatkala ingin mengerti akan hakikat kehidupan menjelma menjadi manusia. Dalam sebuah sesanti Hindu ada mengungkapkan: di antara sesama manusia, sang Brāhmaṇa warnalah yang tertinggi; sang wruh ring sarwa jñāna (yang mengetahui segala pengetahuan suci) yang paham akan pengetahuan suci Weda….

  • Tiga Siklus Hidup Manusia

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/12/2025 Umat se-dharma,bila disadari, sesungguhnya setiap umat manusia tidak pernah lepas dari tiga siklus alur proses kehidupan, yaitu utpatti (kelahiran), sthiti (kehidupan), dan pralīna (peleburan/kembali ke asal)—sebagai tiga kemahakuasaan Ida Saṅ Hyang Widhi Wasa yang dikenal sebagai Tri Koṇa (tiga proses kosmis). Setiap manusia yang hidup di dunia ini memiliki tenaga atau kekuatan…

  • Himsa Karma & Unsur Penyupatan

    Mutiara Weda Yogyakarta, 04/11/2025 Umat Sedharma, dalam susaastra Hindu ada Mengajarkan bahwa Ahimsa ngaranya tanpa mati-mati; menyakiti dan membunuh makhluk hidup dengan semena-mena tidak dibenarkan dalam ajaran agama Hindu. Namun melakukan Himsa Karma—perbuatan membunuh—dengan tujuan hal-hal kesucian sebagai suatu kewajiban dari pustaka suci Weda. Dalam kitab suci Vṛtti Śāsana tersurat bahwa melakukan perbuatan Himsa Karma…

  • Widvaangga: Berperilaku Semu

    Mutiara WedaYogyakarta, 15/07/2026 Umat Se-Dharma, Jika dilihat dinamika kehidupan di zaman ini, artha (uang ataupun kekayaan) seolah-olah menjadi satu-satunya tujuan hidup dan segala-galanya bagi kehidupan. Gemerlap artha dan tumpukan kekayaan yang menggunung masih terasa menjadi prioritas utama yang menyilaukan dan sangat dihargai di zaman ini oleh sebagian umat manusia. Dunia terasa diselubungi oleh kegelapan, pelaku-pelaku…