Pentingnya Mengatur Sentuhan Indria

Mutiara Weda

Yogyakarta, 6 Juli 2026

Umat Se-dharma, sifat keterikatan dan kebencian yang sering menggerogoti jiwa umat manusia sangat dipengaruhi oleh pengaturan sentuhan-sentuhan indria dengan objek indria. Dengan tidak dikendalikan oleh kedua sifat tersebut, akan lebih mudah terwujud kesadaran diri.

Bagi mereka yang jiwanya selalu dipengaruhi oleh rasa benci, iri hati, dan sifat-sifat sejenisnya, sesungguhnya adalah orang yang belum memiliki kecerdasan spiritual.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, bangunlah kecerdasan spiritual dengan jalan mengendalikan sifat keterikatan dan kebencian. Niscaya, akan terwujud kesadaran diri sehingga mengerti dan memahami svadharma-nya masing-masing serta terbebas dari ikatan karma.

(Bhagavadgītā III.31–33)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU.

Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Tiga Siklus Hidup Manusia

    Mutiara Weda Yogyakarta, 8 Juli 2026 Umat Se-dharma, jika disadari, sesungguhnya setiap umat manusia tidak akan pernah lepas dari tiga siklus alur proses kehidupan, yaitu utpatti, sthiti, dan pralina; kelahiran, kehidupan, dan akhirnya menuju kematian atau kembali ke asal sebagai tiga kemahakuasaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yaitu Tri Kona. Setiap manusia yang hidup di…

  • Ahning Maneb Manah Nira

    Mutiara WedaYogyakarta, 15/10/2025 Umat Sedharma, dalam susahstra ada disebutkan: “Dve karmāṇi naraḥ kurvan iha loke mahīyate.”Ada dua macam perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi bijak dan mulia, yaitu tidak sekali-kali mengucapkan perkataan kasar (tan ujar ahala) dan tidak sekali-kali berniat melakukan perbuatan jahat dan tercela. Perbuatan dan perkataan yang mengandung niat jahat tiada ubahnya seperti membidik…

  • Filosofi Yajñàrtham Nidhanam

    Palangka Raya, 24.9.2025Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sajian Yajñàrtha Nidhanam artinya tumbuhan yang dipakai untuk upacara agama, sesuai pustaka suci MĀNAVA DHARMAŚĀSTRA – SLOKA V-40 yang dikutip berikut ini: “ओषध्यः पशवो वृक्षास्तिर् यञ्चः पक्षिणस् तथायज्ञार्थं निधनं प्राप्ताः प्राप्नु वन्त्युच्छ्रितीः पुनःoṣadhyaḥ paśavo vṛkṣāstir yañcaḥ pakṣiṇas tathāyajñārthaṁ nidhanaṁ prāptāḥ prāpnu vantyucchritīḥ punaḥ” Terjemahan:Tumbuh-tumbuhan, semak, pepohonan, ternak, burung-burung…

  • Sad Ripu dan Sapta Timira: Musuh Utama Manusia

    Mutiara WedaYogyakarta, 31 Juli 2026 Umat Sedharma, Dalam susastra disebutkan: Ragādhi musuh maparo rihati yotonggwanya tan madoh riawak. Sesungguhnya, musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan berada di dalam diri sendiri sebagai akibat dari kegagalan menyelaraskan unsur-unsur Tri Guna Tattwa, yaitu sattvam, rajas, dan tamas. Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (Ksama) merupakan sifat-sifat luhur yang…

  • Budhi Luhur Pijakan dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 30/03/2026 Umat se-dharma, jika direnungkan, sesungguhnya terjadinya karma diawali dari proses berpikir. Pikiran menjadi penentu tatkala seseorang akan bertutur kata dan bertindak, sehingga menghasilkan karma baik atau śubha karma nantinya. Mengarahkan dan memperbaiki pola pikir menjadi suatu keharusan, sehingga pikiran dapat terkendali dan berkonsentrasi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan demikian, akan…

  • Bangun Kesadaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 1 Juni 2026 Umat sedharma, orang bijak pernah mengatakan bahwa sesungguhnya orang yang disebut mandi bukan hanya tubuhnya yang dibasahi atau dibersihkan, melainkan orang yang memiliki kesadaran akan dirinya sendiri (dama) serta kesucian lahir dan batin, jasmani dan rohani, sekala maupun niskala (dānta). Orang yang suci secara lahir maupun batin (dānta) tidak akan…