Suśīla (Sārasamuccaya 159)

DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)
7 Juli 2026

Oleh: I Ketut Subagiasta

Suśīla (Sārasamuccaya 159)

Suśīla adalah perilaku yang baik. Suśīlawan yaitu orang yang unggul dalam berperilaku baik di tiga dunia atau triloka. Suśīlawan dan Suśīlawati mengutamakan suśīla untuk menundukkan triloka.

Bangga dan bahagia menjadi Suśīlawan dan Suśīlawati, karena menjadi manusia teladan di jagat raya.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Jadikan Prema sebagai Benteng

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/10/2026 Umat se-Dharma, jika direnungkan dalam mengarungi kehidupan di maya pada ini, kita tidak dapat lepas dari Rwa Bhineda. Demikian pula, sifat-sifat negatif selalu menghantui jiwa umat manusia yang perlu dikendalikan, seperti sifat dengki, iri hati, atau Matsarya, yaitu sifat yang senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang. Jadikanlah…

  • Suluh Kehidupan

    Mutiara WedaYogyakarta, 18 Juli 2025 Umat Se-Dharma, Jika dilihat dalam pustaka suci Weda, tersurat bahwa tidak ada sahabat yang lebih tinggi daripada pengetahuan, dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat. Demikian pula, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib, karena nasib tidak tertahankan oleh siapa pun. Melakukan perbuatan baik (śubha karma) serta…

  • Filosofi Candramasam

    Disajikan topik Filosofi Candramasam: artinya cahaya bulan. Mari dimaknai ajaran ketuhanan pada pustaka suci Bhagavad Gītā – VIII-25 yang dikutip sebagai berikut: “धूमो रात्रिस्तथा कृष्णः षण्मासा दक्षिणायनम् । तत्र चान्द्रमसं ज्योतिर्योगी प्राप्य निवर्तते ॥ ८-२५॥ dhūmo rātris tathā kṛṣṇaḥ ṣaṇ-māsā dakṣiṇāyanam, tatra cāndramasaṁ jyotir yogī prāpya nivartate. Artinya: Asap, malam hari, bulan mati, dan enam…

  • Sejarah Agama Hindu

    Berbicara sejarah Agama Hindu, penting untuk umat Hindu menoleh ke masa lalu, yakni masa atita. Sekilas tentang Asal Usul Agama HinduSebuah lokasi di lembah Sungai Sindhu di negeri India, daerah Jammu Kashmir, merupakan asal mula Agama Hindu. Mengenai asal Agama Hindu, dipercaya sebagai agama tertua di dunia yang bermula di Lembah Indus, India, sekitar tahun…

  • Jñānādīpite (BG IV.27)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)20 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Jñānādīpite berarti dalam api Yajña. Ber-Yajña pada dasarnya adalah suci. Ber-Yajña bukan berarti jor-joran atau berlomba-lomba dalam kemewahan. Dalam pelaksanaannya, Yajña memiliki tingkatan kaniṣṭha, madhyama, dan uttama. Apa pun yang dipersembahkan dalam Yajña hendaknya dilakukan dengan tulus dan penuh keikhlasan. Pelaksanaan Yajña juga membutuhkan pengendalian…

  • Filosofi Paksinam

    Palangka Raya, 12 Juni 2025 Oleh: I Ketut Subagiasta Disajikan topik Paksinam, yaitu nama-nama burung. Secara ekoteologis, burung memiliki peran sebagai penolong kehidupan. Makna ajaran luhur ini juga tercermin dalam pustaka suci Bhagavad Gītā X.30 yang dikutip sebagai berikut: “प्रह्लादश्चास्मि दैत्यानां कालः कलयतामहम् ।मृगाणां च मृगेन्द्रोऽहं वैनतेयश्च पक्षिणाम् ॥ १०-३०॥prahlādaś cāsmi daityānāṁ kālaḥ kalayatām aham,mṛgāṇāṁ…