Ageng Yasa Ageng Goda

Mutiara Weda
Yogyakarta, 20/02/2025

Umat se-dharma,

dalam sebuah Paribhasa ada mengungkapkan: semakin tinggi pepohonan, maka akan semakin kencang angin menerpanya. Demikian pula halnya dalam perbuatan, semakin banyak berbuat maka akan semakin banyak godaan & cobaan yang akan dihadapi. Ageng Yasa Ageng Goda. Selalu berbuat dan berpasrah diri ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa menjadi suatu keharusan yang wajib dijalankan.

Ketaatan & kepatuhan terhadap ajaran agama menjadi satu-satunya benteng dan pelindung diri. Barang siapa yang taat dan patuh akan ajaran Dharma, maka Dharma itu pulalah yang akan melindunginya. Dharma Raksatah Raksitah. Orang yang taat akan ajaran Dharma tidak akan pernah merasa takut manakala menghadapi segala bentuk cobaan, godaan, ancaman, dan tantangan sekalipun.

Oleh karena itu, sudah menjadi suatu kewajiban bagi setiap umat Hindu untuk selalu berjalan pada jalan kebenaran/Dharma, selalu mendekatkan diri ke hadapan-Nya dan jangan sekali-kali meninggalkan Dharma, yang menyebabkan Dharma pun akan semakin menjauh. Dengan Dharma semua makhluk diatur, Dharmena Vidrtah Prajah. Niscaya dengan jalan Dharma dan selalu ingat pada-Nya (Smaranam), kebahagiaan lahir maupun batin dapat terwujud.
(Santi Parwa, 109.11)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara
(PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Pentingnya Menjaga Kesucian Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 17/07/2025 Umat Se-dharma, kesucian batin itu akan dapat terwujud manakala memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan mengendalikan diri. Demikian pula, dengan kesucian diri akan dapat membangun kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan keyakinan spiritual akan dapat mewujudkan kebenaran sejati Sanatana Dharma. Hakikat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi atau Hukum Ṛta ataupun…

  • Yadā Yadā Dharmasya Glānir (BG IV.7)

    DHARMAŚABDANĀM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA) Yadā Yadā Dharmasya Glānir (BG IV.7) Yadā Yadā Dharmasya Glānir mengandung makna bahwa kapan pun Dharma tidak dipatuhi dan mengalami kemerosotan, Hyang Widhi Wasa senantiasa menegakkan Dharma di jagat raya demi terciptanya ketenteraman, kedamaian, dan kesejahteraan seluruh kehidupan (jagad hita), sehingga terwujud keadaan yang damai dan harmonis. I KETUT SUBAGIASTA…

  • Filosofi YajƱe Vadha

    Palangka Raya, 23.9.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah uraian filosofi YajƱe Vadha, artinya penyembelihan hewan untuk upacara agama. Mari dimaknai nilai luhur YajƱe Vadha dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra V.39 yang dikutip sebagai berikut: ą¤Æą¤œą„ą¤žą¤¾ą¤°ą„ą¤„ą¤®ą„ पशवः ą¤øą„ƒą¤·ą„ą¤Ÿą¤¾ą¤ƒ ą¤øą„ą¤µą¤®ą„ ą¤ą¤µ ą¤øą„ą¤µą¤Æą¤‚ą¤­ą„ą¤µą¤¾ ą„¤ą¤Æą¤œą„ą¤žą„‹ą¤½ą¤øą„ą¤Æ ą¤­ą„‚ą¤¤ą„ą¤Æą„ˆ ą¤øą¤°ą„ą¤µą¤øą„ą¤Æ ą¤¤ą¤øą„ą¤®ą¤¾ą¤¦ą„ ą¤Æą¤œą„ą¤žą„‡ ą¤µą¤§ą„‹ą¤½ą¤µą¤§ą¤ƒ ą„„yajƱārtham paśavaįø„ sṛṣṭāḄ svam eva svayaṁbhuvā,yajƱo ’sya bhÅ«tyai…

  • Trayodaśa JÄ«van (BhagavadgÄ«tā X.4)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)5 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Trayodaśa JÄ«van (BhagavadgÄ«tā X.4) Trayodaśa JÄ«van adalah tiga belas jenis kehidupan. Manusia wajib sadar diri. Ada tiga belas hal yang dialami dalam melakoni kehidupan di alam māyā, antara lain: Umat Hindu wajib melakoni tiga belas jenis kehidupan secara lahir dan batin dengan nirmala, yaitu…

  • Bangun Keseimbangan di Dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/04/2026 Umat sedharma, pemusatan dan pengendalian pikiran dari pengaruh indria atau hawa nafsu (citta vį¹›tti nirodhaįø„) merupakan faktor penting dalam menjalankan kehidupan di dunia ini, yakni di alam saṃsāra. Orang yang mampu mengendalikan dirinya dari pengaruh indria dan hawa nafsu diibaratkan seperti kura-kura yang menarik seluruh anggota tubuhnya ke dalam cangkangnya. Orang yang…

  • Filosofi Indriya

    Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan bahwa filosofi indriya berarti indra. Marilah kita memahami ajaran luhur dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra II.96 sebagai berikut: ā€œidānÄ«m indriya-saṃyamopāya mahaįø„, na tathā etāni śakyante saṃniyamantum asevayā; viį¹£ayeį¹£u prajuṣṭāni, tathā jƱānena nityaśaįø„.ā€ Terjemahan: ā€œIndra yang sangat tertambat oleh benda-benda jasmani yang memberi kepuasan itu tidak akan dapat dikendalikan dengan baik…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *