Menabur Kebajikan sebagai Bentuk Yadnya Suci

Mutiara Weda
Yogyakarta, 22 Agustus 2026

Umat se-Dharma, ketika seseorang selalu menabur kebencian, suatu pertanda bahwa di dalam dirinya hanya ada kebencian. Akan tetapi, orang yang memiliki kebajikan/Dharma dapat dipastikan akan memancarkan ajaran kebenaran/Dharma Vahini dalam kehidupannya.

Hanya orang yang sejuk di dalam hatinya yang dapat menemukan kesejukan, kedamaian, dan keharmonisan di luar dirinya. Sulit membayangkan ada orang yang hidupnya menyejukkan, menenteramkan, dan damai jika di dalam hatinya selalu bergejolak rasa iri hati, benci, dan dendam.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu jangan pernah berhenti menabur kebajikan sebagai bentuk Yadnya Suci. Bangunlah kesejukan dan kedamaian dalam hati dengan selalu mengendalikan indria. Niscaya kehidupan yang Santih, Manah Santih, dan Parama Santih dapat terwujud.

(Kitab Ramayana & Panca Siskanya Angaji)

Mangku Gede Made Worda N.
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara
(PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Proses Pendidikan Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 25 Juni 2026 Umat sedharma, sesungguhnya proses pendidikan dalam ajaran Agama Hindu telah dimulai sejak adanya benih bayi dalam kandungan melalui upacara Śarīra Saṁskāra yang merupakan bagian dari Manuṣa Yajña, yaitu melalui upacara Garbhādhāna Saṁskāra, Puṁsavana Saṁskāra, dan Sīmantonnayana Saṁskāra. Upacara Garbhādhāna Saṁskāra dilaksanakan pada saat terjadinya pembuahan benih bayi dalam kandungan. Selanjutnya,…

  • Krta Niscayah (BG.II.37)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)17.7.2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Krta Niscayah (BG.II.37) Krta Niscayah adalah bulatkan tekad, teguhkan pikiran. Bangkit, berjuang, berkarya. Jangan ada keraguan. Bulatkan tekad mulia. Teguhkan pikiran luhur. Berkembang luhung penuh dedikasi. Bangkit, bangun, bangga, raih prestasi. Mari dimaknai filosofi Krta Niscayah, yakni bulatkan tekad dengan pikiran luhur. Bagikan ke:

  • Filosofi Āpah Prakṛti

    Palangka Raya, 13.9.2025 Disajikan uraian ekoteologi dengan topik Āpah Prakṛti, artinya sifat alami air, ajaran luhur dalam pustaka suci Bhagavad Gītā VII.4 yang dikutip sebagai berikut: “यततामपि सिद्धानां कश्चिन्मां वेत्ति तत्त्वतः ॥ ७-३॥भूमिरापोऽनलो वायुः खं मनो बुद्धिरेव च ।bhūmir āpo ‘nalo vāyuḥ khaṁ mano buddhir eva ca,ahaṅkāra itīyaṁ me bhinnā prakṛtir aṣṭadhā. Artinya:Tanah, air, api,…

  • Hidup Ibarat Roda Pedati

    Mutiara WedaYogyakarta, 10 Juni 2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci disebutkan: “… sukhasyānantaraṃ duḥkhaṃ, duḥkhasyānantaraṃ sukham …” dan seterusnya. Takdir atau nasib sesungguhnya menunjukkan kepada umat manusia bahwa ada kekuatan yang lebih tinggi yang mengatur semuanya, yaitu Hyang Widhi Wasa. Tatkala manusia berbuat baik, tentu akan dianugerahi kedudukan yang mulia. Sebaliknya, apabila berbuat jahat, Tuhan…

  • Punarjanma (BG IV.9)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)2 Agustus 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Punarjanma (BG IV.9) Punarjanma adalah kelahiran kembali. Punarjanma atau Punarbhawa merupakan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dalam kehidupan. Selama hidup di dunia ini, tabunglah sebanyak mungkin kebajikan, kebenaran, dan kemuliaan. Himpunlah Subhakarma sebagai bekal menuju Śivaloka dan Divyamloka, alam kedewataan. Tujuan tertinggi kehidupan adalah mencapai…

  • Filosofi Svadhà

    Disajikan sebuah ajaran luhur tentang Filosofi Svadhà, artinya persembahan terhadap leluhur. Mari dipahami ajaran ketuhanan yang terkait dengan Atma Sudha Dewata atau Leluhur yang menyatu dengan Brahmanpada pada pustaka suci Bhagavad Gītā IX.16 yang dikutip berikut ini: अहं क्रतुरहं यज्ञः स्वधाहमहमौषधम् ।मन्त्रोऽहमहमेवाज्यमहमग्निरहं हुतम् ॥ ९-१६॥ahaṁ kratur ahaṁ yajñaḥ svadhāham ahaṁ auṣadham,mantro ‘ham aham evājyam aham…